Pemerintah Aceh Terus Meningkatkan Koordinasi dan Aksi Tangani PMK

Dinas Peternakan Aceh telah mengkoordinir dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di 23 kabupaten/kota, dalam penanganan dan penanggulangan PMK. 
Ini yang telah dilakukan Pemerintah Aceh tangani PMK
Plt. Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran, memberikan keterangan saat rapat Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, bersama Penjab Gugus Tugas Pusat M.Syukron Amin di Aula Disnak Aceh, Banda Aceh, (

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus meningkatkan Koordinasi dan aksi tangani PMK.

Dalam upaya pengendalian dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Daerah, Pemerintah Aceh menyatakan terus meningkatkan koordinasi dan aksi dengan lintas sektoral.

“Gubernur telah memerintahkan langsung Disnak Aceh untuk serius dalam penanganan dan pengendalian virus yang menjangkiti hewan ruminansia tersebut,” kata Plt. Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan atas arahan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Disnak Aceh melakukan berbagai kegiatan penanganan dan pengendalian PMK di Aceh.

Dinas Peternakan Aceh telah mengkoordinir dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di 23 kabupaten/kota, dalam penanganan dan penanggulangan PMK. 

Ia mengatakan untuk ternak yang suspek PMK di daerah, pihaknya telah memberi bantuan obat-obatan dan desinfektan tahap pertama. 

“Kita juga terus melakukan Koordinasi dengan Bupati/Wali Kota dan Forkopimda se Aceh dalam rangka mengkoordinir dan memantau perkembangan harian kasus PMK di setiap kabupaten/kota,” kata Zalsufran.

Hasil dari koordinasi rutin dengan seluruh pihak dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/kota, juga telah diteruskan ke Pemerintah Pusat.

Selain itu, pihaknya juga terus mengawasi lalu lintas ternak di pos perbatasan check point dan pendirian posko PMK di seluruh daerah di Aceh. 

Kemudian pengawasan terhadap seluruh pasar hewan juga terus dilakukan dan bersama Kabupaten/Kota juga telah menutup sementara pasar hewan di sejumlah daerah, seperti pasar hewan di Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Timur.

Melalui instruksi pusat, Disnak Aceh terus mengintensifkan Komunikasi Sosialisasi dan Edukasi (KIE) tentang PMK, baik pada peternak, pedagang dan masyarakat. 

“Kita juga telah melaksanakan rakor PMK se Aceh, dan juga telah memberikan bantuan obat-obatan dan desinfektan tahap 2,” kata Zalsufran.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, juga telah mengirimkan bantuan berupa vitamin, obat-obatan dan APD untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aceh. 

Bantuan yang diserahkan Koordinator Kelompok Mutu dan Keamanan Pakan Direktorat Pakan Kementan itu, diterima langsung oleh Zalsufran.