Pemerintah Aceh Segera Terapkan Jam Malam

Dalam Pergub itu, Nova mengizinkan kabupaten/kota menerapkan jam malam untuk membatasi pergerakan masyarakat.
Foto: Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (tengah)/ (Agus Setyadi-detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah meneken Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Penanganan Corona, Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Aceh.

Dalam Pergub itu, Nova mengizinkan kabupaten/kota menerapkan jam malam untuk membatasi pergerakan masyarakat.

Pergub nomor 51 tahun 2020 diteken Nova pada 7 September. Pergub berisi 16 Bab serta 36 pasal ini mengatur tentang sosialisasi pencegahan COVID-19, sanksi bagi pelanggar hingga ketersediaan pangan.

Aturan jam malam, tertera dalam Bab IX. Pada pasal 22 ayat (1) disebutkan, ‘Pemerintah Aceh dan/atau pemerintah kabupaten/kota berwenang menerapkan jam malam di daerahnya’.

Ayat (2) pasal tersebut menyebutkan ‘penerapan jam malam bertujuan untuk membatasi pergerakan masyarakat pada malam hari demi untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19 di Aceh’.

Sementara di pasal 23 menjelaskan aturan main penerapan jam malam. Pada ayat (1) dijelaskan penerapan jam malam dilakukan berdasarkan permohonan gubernur atau bupati/wali kota ke Satgas Penanganan COVID-19.

Pada ayat (2) disebutkan, permohonan tersebut untuk Aceh atau kabupaten/kota tertentu. Sementara ayat (3) menjelaskan permohonan penerapan jam malam oleh bupati/wali kota untuk lingkup satu kabupaten di daerahnya harus terlebih dulu berkonsultasi dengan gubernur.

Kepala Biro Hukum Setda Aceh Amrizal J Prang, mengatakan Pergub tersebut dibuat sebagai pedoman penanganan COVID-19, penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. Selain itu, Pergub juga bertujuan mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari COVID-19.

“Kalau diteliti secara saksama, secara substantif, Pergub ini di dalamnya secara umum telah menggambarkan road map, bagi penanganan COVID-19, di masa depan. Meskipun sejak Februari Pemerintah Aceh telah menjalankan sejumlah kebijakan,” kata Amrizal.

Pergub tersebut mengatur penerapan protokol kesehatan bagi perorangan, pelaku usaha dan pengelola atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

“Pergub ini mewajibkan kepada perorangan untuk mematuhi protokol kesehatan, di antaranya, dengan selalu mengenakan masker jika beraktivitas di luar rumah atau ketika berinteraksi dengan orang lain, mencuci tangan secara teratur memakai sabun dengan air mengalir, serta menjaga jarak fisik,” ujar Amrizal. (*)