Pemerintah Aceh jangan Tutup Mata, Wajib Sediakan Ambulan Laut untuk Warga Pulo Aceh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal daerah pemilihan Aceh Besar Sulaiman mendesak Pemerintah Aceh segera mengusulkan pengadaan ambulan laut untuk warga Kecamatan Pulau Aceh kabupaten setempat menggunakan anggaran perubahan 2021.
Ibu Hamil di Pulo Aceh
Foto Istimewa

Ambulan Laut untuk Warga Pulo Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH  РKasus ibu hamil di Pulo Aceh yang dirujuk menggunakan boat nelayan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal daerah pemilihan Aceh Besar Sulaiman mendesak Pemerintah Aceh segera mengusulkan pengadaan ambulan laut untuk warga Kecamatan Pulau Aceh kabupaten setempat menggunakan anggaran perubahan 2021.

“Untuk tahun anggaran 2021 dalam momentum perubahan anggaran tahun ini harus diusul pembelian ambulance laut,” kata Sulaiman, di Banda Aceh, Kamis (11/3/2021).

Permintaan ini disampaikan menyusul viralnya video seorang ibu yang baru melahirkan dari Kecamatan Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh menggunakan boat nelayan.

Kata Sulaiman, ambulan laut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Pulau Aceh mengingat selama ini warga di sana sangat kewalahan ketika ada pasien yang tiba-tiba harus dirujuk ke Ibu Kota Provinsi Aceh.

Sulaiman menyampaikan, selama ini banyak pengaduan yang masuk dari masyarakat Pulau Aceh terkait tidak adanya perhatian pemerintah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dalam sektor penanganan persoalan kesehatan.

“Sebagai contoh, baru-baru ini pasien bernama Darma Yanti asal Pulau Aceh terpaksa dirujuk ke Banda Aceh menggunakan boat nelayan, dengan kondisi terpasang infus, dan peralatan penunjang keselamatan seadanya,” ujarnya.

Ibu Hamil di Pulo Aceh
Foto Istimewa

Oleh sebab itu, Sulaiman mendesak Pemerintah Aceh dan Aceh Besar untuk membuka mata hati melihat kondisi masyarakat kepulauan tersebut.

Kepada Gubernur Aceh, lanjut Sulaiman, ia meminta pada tahun ini segera menganggarkan pengadaan ambulance laut bagi masyarakat pulau Aceh, harganya sekitar Rp 1,8 sampai Rp 2 miliar per unit, sehingga sangat memungkinkan pembelian.

“Karena kedepannya bukan hanya Pulau Aceh yang membutuhkan, setiap pulau yang dihuni oleh masyarakat harus ada ketersediaan ambulance laut,” kata Politikus Partai Aceh ini.

Sementara untuk Pemkab Aceh Besar, Sulaiman melihat belum ada keseriusan mengurus masyarakat Kecamatan Pulau Aceh, khususnya di bidang kesehatan. 

“Bupati Aceh Besar jangan melihat sebelah mata saudara kita masyarakat di Pulau Aceh, berikan perhatian kepada mereka,” demikian mantan Ketua DPRK Aceh Besar. (*)