Pemerintah Aceh Fasilitasi Pemulangan Pemuda Asal Aceh Jaya Korban Perampokan di Yogyakarta

pemuda asal Aceh Jaya Malikul Fajri (24) menjadi korban perampokan di Yogyakarta saat hendak pulang ke Aceh pada awal bulan September lalu
Pemerintah Aceh Fasilitas Pemulangan Pemuda asal Aceh Jaya
Malikul Fajri foto bersama Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur dan staf BPPA, di Kantor BPPA di Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Seorang pemuda asal Aceh Jaya Malikul Fajri (24) menjadi korban perampokan di Yogyakarta saat hendak pulang ke Aceh pada awal bulan September lalu.

Saat itu Korban tertidur di Terminal Bus ketika sedang menunggu keberangkatan, Setelah terbangun seluruh uang dan barang miliknya hilang termasuk Ijazah yang di bawanya.

Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) membantu memfasilitasi pemulangan seorang pemuda Aceh asal Keude Panga, Aceh Jaya, Malikul Fajri dari Jakarta,

Fajri pun dipulangkan dengan menumpangi bus Putra Pelangi, melalui Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat, 23 September 2022.

Kepala BPPA Kepala BPPA Akkar Arafat S.STP, M.Si mengatakan, mendapatkan informasi Malikul Fajri mengalami musibah perampokan dari organisasi mahasiswa Aceh di Yogyakarta yaitu, Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta.

Bahwa yang bersangkutan melaporkan hal yang dialami Fajri kepada mahasiswa Aceh di sana untuk membantunya.

“Kami berterima kasih kepada para mahasiswa Aceh di Yogyakarta, khususnya TPA karena telah membantu Malikul Fajri, serta telah membiayai perjalanannya dengan menumpangi bus dari Yogyakarta menuju Jakarta,” kata Akkar.

BPPA selaku perwakilan pemerintah Aceh di Jakarta, membantu pemulangan Fajri hingga ke Aceh. “Insya Allah kita akan bantu pemulangannya. Dan ini merupakan amanah dari Pj Gubernur Aceh kepada kita supaya mengurus rakyat Aceh yang kurang mampu di sini,” kata Akkar.

Sementara itu, Malikul Fajri mengaku yang sudah berada di Yogyakarta sekitar setahun yang lalu hanya ingin mencari pekerjaan, untuk membantu kebutuhan keluarganya di kampung.

“Saya di sana kerjanya di tempat penjualan velg mobil di daerah Sleman, serta menerima jasa terapis untuk biaya tambahan kebutuhan,” kata Fajri .

Namun tambahnya, dengan penghasilan yang pas-pasan akhirnya memutuskan untuk pulang ke Aceh. Karena upah yang diterima selama ini belum cukup untuk dikirim ke kampung.

“Selain mengirim uang kepada orang tua, saya juga membantu membiayai sekolah bagi adik-adik saya,” kata Malikul.

Akan tetapi, saat pemuda asal Aceh Jaya itu hendak pulang ke kampung pada 2 September 2022 lalu, mengalami musibah perampokan akibat kelalaiannya. Sehingga kehilangan sejumlah uang serta telepon genggamnya.

“Saya ketiduran di terminal Jombor Yogyakarta, saat menunggu bus keberangkatan, karena tiket sudah saya pesan. Tapi saat saya bangun handphone, sejumlah dokumen penting seperti ijazah, dan uang saku sekitar Rp 200 ribu lebih hilang, hanya dompet yang berisi kartu identitas tidak diambil,” kisah Fajri .

Sehingga Fajri pun meminta bantuan kepada kawannya asal Aceh yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Kemudian Fajri menginap di Asrama mahasiswa Aceh Meurapi di sana, sebelum dipulangkan.

“Saya berterima kasih kepada para mahasiswa Aceh di Yogyakarta yang telah menampung membantu Fajri. Dan juga kepada Pemerintah Aceh, khususnya Badan Penghubung Pemerintah karena telah memfasilitasi pemulangan ke Aceh,” ujar Fajri lagi.