Pembunuhan Janda di Langsa, Pastikan Tewas, Pelaku Sempat Memeriksa Detak Jantung Korban

ACEHSATU.COM | LANGSA – Ada yang menarik dari terungkapnya kasus pembunuhan korban alm. Nurita (43) janda 4 (Empat) orang anak di Kota Langsa.

Setelah menikam dada dan leher korban, guna memastikan sudah tidak bernyawa lagi, salah satu pelaku pembunuhan sempat memeriksa detak jantung korban.

Hal itu diungkapkan Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief S Wibowo, SIK saat konferensi pers di aula Mapolres setempat, Rabu (03/06).

Dikatakan, pelaku ditangkap Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Langsa, Ditkrimum Polda Aceh dan Polsek Langsa Timur, Senin (1/6/2020) sekira pukul 15.00 Wib, di Gampong Lhok Bani Kecamatan Langsa Barat.

Kasatreskrim menerangkan, sebelumnya, pada 10 Desember 2019 lalu sekira pukul 14.00 wib, ditemukan sosok mayat jenis kelamin perempuan di rawa Gampong Bate Puteh Kecamatan Langsa Timur yang diketahui indentitasnya, Nurita (43).

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa perbuatan menghilangkan nyawa orang lain/pembunuhan tersebut dilakukan tersangka SU pada Kamis, (05/12/2019), sekira pukul 19.30 di Gampong Baroh Langsa Lama Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Kasatreskrim menambahkan, pembunuhan terjadi, berawal SU bersama istrinya IW. Dimana IW menelpon korban alm. Nurita untuk melakukan pertemuan.

Selanjutnya, SU dan IW bertemu korban alm. Nurita di Gang Makmur Dusun Bale Manggis Kecamatan Langsa Lama, kota Langsa.

Ketika pertemuan berlangsung, tersangka SU menghantam kepala korban dengan kayu dan menusuknya menggunakan pisau yaitu dibagian leher serta dada korban.

Korban terkapar, IW mengambil perhiasan emas yang di pakai oleh korban alm. Nurita dan memeriksa detak jantung untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa lagi.

Setelah itu, mayat korban dikubur di rawa-rawa.

SU dan IW, pasutri warga Desa Benteng, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Keduanya kata Kasatreskrim, awalnya menolak mengakui perbuatannya.

Namun, saat polisi menunjukkan sejumlah bukti, kedua tersangka pun tidak bisa lagi mengelak. (*)