Pembongkaran Paksa Rumah Dosen Kopelma Darussalam Ricuh

Ketua Forum Warga Kopelma Darussalam, Dr Otto Syamsuddin dan sejumlah penghuni rumah lainnya menolak aksi paksa aparat Satpol PP.
Rumah Dosen Kopelma Darussalam
Foto Azwar Salem/ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM  | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan aparat Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh membongkar barang milik penghuni rumah di Areal Sektor Timur Kopelma Darussalam, USK, Senin (1/11/2021).

Amatan di lokasi, aksi pembongkaran barang tersebut sempat terjadi kericuhan karena mendapat perlawanan dari penghuni 8 rumah dinas dosen tersebut.

Pembongkaran itu dilakukan tanpa ada aba-aba atau pemberitahuan kepada pemilik rumah dan langsung melakukan pengosongan. 

Ketua Forum Warga Kopelma Darussalam, Dr Otto Syamsuddin dan sejumlah penghuni rumah lainnya menolak aksi paksa aparat Satpol PP.

Pun demikian, aksi pembongkaran paksa tetap dilakukan aparat Satpol PP dengan mengeluarkan barang di dalam rumah ke pinggir jalan.

Kebijakan mengosongkan delapan unit rumah dinas dosen itu dilakukan pihak Rektorat USK yang akan membangun gedung FKIP.

Rumah Dosen Kopelma Darussalam
Foto Azwar Salem/ACEHSATU.com

Sementara itu, barang milik delapan rumah dosen itu diletakkan di pinggir jalan depan rumah warga yang dikosongkan.

Delapan rumah yang dikosongkan itu sudah dilakukan pembongkaran dan barang milik penghuni dibiarkan saja di pinggir jalan.

Sebelumnya diberitakan, spanduk tersebut terbentang di samping pengumuman yang ditempelkan pihak rektorat tentang pengumuman pembongkaran rumah dinas dosen Universitas Syiah Kuala (USK).

Amatan ACEHSATU.com, Sabtu (30/10/2021), spanduk dari Forum Warga Kopelma Darussalam ini terbentang disamping papan pengumuman dari Rektor USK tentang rencana penggusuran 8 rumah dosen.

Ketua Forum Warga Kopelma Darussalam, Dr Otto Syamsuddin Ishak kepada ACEHSATU mengatakan, kebijakan pihak Rektorat USK dalam proses pengusuran delapan rumah ini diduga sarat kepentingan Rektor semata.

Seharusnya dimasa akhir masa jabatannya memberikan yang terbaik, bukannya mementingkan egosentrisnya saja.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng yang dikonfirmasi ACEHSATU.com belum menjawab.

Redaksi sudah mengupayakan konfirmasi ke Rektor USK, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari rektor. (*)