Pembangunan Tol Sigli-Banda Aceh Dikebut

Memasuki Semester II 2022, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Tahap I. Khususnya, Tol Sigli - Banda Aceh.
tol sigli banda aceh
Foto: Hutama Karya

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Memasuki Semester II 2022, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Tahap I. Khususnya, pada dua ruas utama di utara Pulau Sumatera yakni Tol Binjai – Pangkalan Brandan dan Tol Sigli – Banda Aceh.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menjelaskan usai dioperasikannya Tol Binjai – Pangkalan Brandan Seksi 1 (Binjai – Stabat) sepanjang 11,8km pada Februari 2022, Hutama Karya melanjutkan pembangunan untuk seksi selanjutnya.

Saat ini, progres konstruksi di Ruas Tol Binjai – Pangkalan Brandan seksi 2 (Stabat – Tanjung Pura) sepanjang 26,2 km telah mencapai 57 % di mana untuk jalan yang sudah rigid sepanjang 10km, dan Seksi 3 (Tanjung Pura – Pangkalan Brandan) sepanjang 18,9km yang telah mencapai 27,67% dengan jalan yang sudah rigid sepanjang 1,8km.

Ia menyebut hingga saat ini konstruksi dan progres lahan, khususnya pada Tol Binjai – Pangkalan Brandan seksi Stabat – Tanjung Pura – Pangkalan Brandan masih sesuai dengan target dan diharapkan dapat selesai lebih cepat.

“Kami fokus penyelesaian pembangunan dengan progres konstruksi yang cukup signifikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/8/2022).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan Hutama Karya turut berupaya menyelesaikan pembangunan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tidji – Seulimum), Seksi 5 (Blang Bintang – Kutobaro) dan Seksi 6 (Kutobaro – Simpang Baitussalam) sepanjang 74,2km.

“Pada Tol Sigli – Banda Aceh, progres konstruksi juga cukup signifikan yakni Seksi 1 sudah mencapai 79.51%, Seksi 5 dengan progress 90,19% dan Seksi 6 mencapai 81,36%, dengan target selesai konstruksi pada awal 2023 mendatang,” paparnya

Koentjoro menerangkan Tol Sigli – Banda Aceh telah dioperasikan sebanyak 3 seksi, diantaranya Seksi 2 Seulimeum – Jantho (6,35km), Seksi 3 Jantho – Indrapuri (16km), dan Seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14km), serta mencatatkan Volume Lalu Lintas (VLL) yang terus mengalami peningkatan.

Pada Semester I Tahun 2022, VLL mencapai 276.637 atau mengalami pertumbuhan hingga 57% jika dibandingkan dengan Semester I Tahun 2021.

“Pertumbuhan ini karena beroperasinya Seksi 2 sejak 27 April 2022 yang membuat konektivitas antar daerah semakin panjang,” imbuhnya.

Diketahui, jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan dan Tol Sigli – Banda Aceh dibangun secara bertahap dengan tujuan untuk memperlancar menghubungkan konektivitas antar dua provinsi, yakni Sumatera Utara dan Aceh.

Selain itu, meningkatkan perekonomian dan pariwisata di kedua wilayah serta memangkas waktu tempuh perjalanan dari Binjai ke Pangkalan Brandan dari 2 jam via jalan arteri, menjadi kurang lebih 1 jam via jalan tol.

Serta, memangkas waktu tempuh perjalanan Sigli – Banda Aceh dari 2-3 jam via jalan arteri menjadi kurang lebih 45 menit hingga 1 jam via jalan tol dengan kecepatan rata-rata 80km/jam.

“Ke depan pergerakan orang dan pergerakan barang akan lebih cepat sehingga biaya akan lebih efisien dengan hadirnya JTTS ini,” ungkap Koentjoro.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus didukung oleh para stakeholders demi terhubungnya Aceh hingga Lampung. Dukungan tersebut juga hadir dari Anggota Komisi VI DPR R, Rudi Hartono Bangun.

“Jalan nasional Binjai-Stabat selama ini sudah sangat padat oleh truk-truk CPO (crude palm oil) dan truk angkutan barang dari kebun dan dari (jalan) lintas Aceh, sehingga waktu tempuh dari Medan ke Stabat bisa 2,5 jam. Tetapi sejak adanya jalan tol yang diresmikan dan digagas Pak Jokowi ini, waktu tempuh hanya tinggal 40 menitan dari Medan ke Stabat,” terangnya.

Selain itu, kehadiran JTTS juga berdampak pada pasar properti. Hal ini disampaikan oleh Head of Advisory Services Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril.

tol sigli banda aceh
Foto: Hutama Karya

Menurutnya, sebelum adanya JTTS pasar industri perhotelan dan destinasi wisata masih banyak yang terlupakan lantaran minimnya akses transportasi menuju wilayah tertentu.

Namun dengan kehadiran JTTS, usaha – usaha pada industri perhotelan dan destinasi wisata makin giat dan marak berkat kemudahan akses menuju lokasi tersebut.

“Hotel atau fasilitas akomodasi muncul di titik-titit kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang dapat di akses dari exit tol, melengkapi eksisting di pusat kota,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Direktur Eksekutif Indef Eko Listiyanto. Ia berpendapat dengan hadirnya Tol Sigli – Banda Aceh dan upaya mengkoneksikan Pulau Sumatera melalui jalan bebas hambatan ini merupakan momentum pemerintah untuk perlu memperkuat perekonomian di pulau tersebut, yang secara geografis bersinggungan langsung dengan Selat Malaka.

“Memang sudah waktunya mulai menjadikan daerah-daerah Sumatera, termasuk Aceh, sebagai gerbang arus investasi dan logistic nasional melalui langkah-langkah pembangunan strategis,” pungkasnya. (*)

Sumber: detikFinance