Teknologi

Peluncuran Xiaomi Poco F1 dan Huawei Honor Play Picu Perang Harga Telepon Genggam

Xiaomi ini berusaha menjaga dominasi mereka di pasar India, dan berupaya menarik minat wilayah lain juga.”

FOTO | XIAOMI

ACEHSATU.COM | CHINA — Xiaomi meluncurkan telepon genggam pintar yang memiliki fitur-fitur canggih namun dijual dengan harga rendah: Poco F1.

Poco F1 memiliki chip Snapdragon terbaru, kapasitas baterai yang lebih besar dari biasanya yang 4.000 mAh dan RAM hingga delapan gigabyte.

Spesifikasi ini menandingi Samsung Galaxy Note 9, tapi di India nanti, harganya akan jauh lebih murah dibanding model “terjangkau” dari merek pesaing.

Para pengamat mengatakan produk ini dapat memaksa perusahaan-perusahaan lain untuk menyesuaikan harga produk andalan mereka.

BACA: Samsung Galaxy Note FE Rekondisi akan Dirilis Bulan Depan

Di produk ini dilengkapi “prosesor Qualcomm terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini, sementara pada dasarnya harganya sekitar setengah dari harga sejumlah pesaingnya,” kata Mike Lowe, redaktur ulasan di editor situs gadget Pocket-lint, yang telah menguji perangkat tersebut.

Ponsel itu “sangat kuat dengan baterai besar, dan konsumen yang jadi sasaran mereka tak akan terlalu peduli bahwa ukurannya agak besar”.

“Xiaomi ini berusaha menjaga dominasi mereka di pasar India, dan berupaya menarik minat wilayah lain juga.”

Poco F1 dengan model dasar – dengan 6GB RAM dan 64GB penyimpanan internal – dijual 20.999 rupee (Sekitar Rp4,4 juta).

BACA: Pemerintah Minta Google Indonesia Bayar Pajak Tahun Ini

Versi top-end, dengan bagian belakang serat sintetis dan RAM serta kapasitas simpan lebih besar – dipasang pada harga 29.999 rupee (Rp6,3 juta).

Pers lokal menyebut pesaing terdekat produk ini adalah OnePlus 6 yang harganya antara 34.999 (Rp7.3 juta) hingga 43.999 rupee (Rp9,2 juta) dan Asus ZenFone 5Z yang harganya 29.999 (Rp6,3 juta) hingga 36.999 rupee (Rp7,7 juta).

Hanya Huawei Honor Play baru yang mengalahkan Poco F1 dengan harga 19.999 (Rp4,1 juta) hingga 23.999 rupee (Rp5 juta) tetapi spesifikasinya jauh tertinggal di belakang.

Sejauh ini Poco F1 baru disebut akan masuk pasar India, dengan tanggal peluncuran 29 Agustus.

Namun pembuatnya di Cina mengatakan mereka berencana untuk memasarkan handset itu ke sekitar 50 negara lain. Termasuk Indonesia, dan mungkin Eropa.

Kompromi pada desain

Xiaomi berhasil menurunkan harga jual produk mereka dengan membuat penyesuaian pada desain.

Produk ini menggunakan Gorilla Glass dari Corning yang dari tiga generasi terdahulu, dan usianya sekitar lima tahun.

BACA: 2019, Menkominfo Berharap Ponsel 4G Dibanderol Rp500 Ribuan

Kamera-kameranya tidak memiliki stabilisasi gambar optik.

Selain itu, situs berita Verge melaporkan bahwa badan ponsel terlalu gampang baret dan kualitas audionya “pas-pasan”.

Tapi ulasan-ulasan sejauh ini menyebut bahwa produk ini dapat menangani game Android yang sarat prosesor tanpa kesulitan, dan tidak menjadi panas di tangan.

“Ponsel itu sendiri luar biasa, menawarkan nilai tak tertandingi untuk harga seperti itu dalam kategori ini,” ulas Android Central, meskipun menambahkan bahwa produk itu “tidak terlihat sebagai ponsel premium sama sekali”.

Xiaomi laris terutama berkat kebrhasilannya di toko fisik selain di jaringan online.

Lonjakan penjualan

Peluncuran Poco F1 trjadi pada saat kebangkitan kembali Xiaomi.

Setelah kemerosotan dalam penjualan dan jatuh di belakang beberapa pesaing domestik pada tahun 2016, mereka mengakui telah “memaksakan diri untuk maju terlalu cepat”.

Namun sejak itu mereka kembali bangkit dan sekarang menjadi pembuat handset terlaris keempat di dunia dan merupakan pemasok terbesar di India, menurut IDC.

Perusahaan riset pasar mengatakan keberhasilan Xiaomi terutama karena meningkatkan penjualan melalui toko fisik sambil tetap mempertahankan “dominasi di ruang online”.

Sumber: BBC Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top