Aceh Utara

Pelisa Pelopori Gerakan Sadar Sejarah di Nibong Aceh Utara

Aceh Utara sejatinya adalah kawasan padat tinggalan sejarah Islam, masih banyak Pekerjaan Rumah bagi kita yang mengaku para pewaris ‘Tanah Mulia’.

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – PELISA (Pelajar Peduli Sejarah Aceh) mempelopori gerakan sadar sejarah pada situs sejarah yang baru saja di temukan tim CISAH (Center Information Samudera Pasai Heritage) di Nibong Aceh Utara beberapa hari lalu, terkait temuan tersebut pelajar peduli sejarah Aceh asal SMA Negeri 5 Lhokseumawe yang dibina langsung oleh Al-Muzalir  meninjau langsung lokasi penemuan nisan berinksripsi di Desa Nibong Aceh Utara, Minggu (1/4/2018).

Pelisa melakukan meseuraya atau menata kembali nisan-nisan yang baru saja ditemukan tersebut.

“Meseuraya kali ini merupakan kelanjutan meuseraya pada hari jum’at kemarin. Beberapa nisan pada bagian barat komplek pemakaman ini telah berhasil diangkat dari dalam tanah dan ditata kembali, Alhamdulillah tim kali ini menemukan kembali nisan berinskripsi ‘aksara Arab’, yang artinya menambah daftar nisan-nisan berinskripsi di komplek ini. Sementara ini tidak kurang dari 3 pasang nisan zaman Samudra Pasai yang memuat inskripsi yang ditemukan”. ujar Tgk Malikussaleh Al Alubi

Ketua tim kordinator lapangan dari CISAH, Tgk Malikussaleh Al-Alubi kali ini memimpin jalannya penataan situs bersejarah  mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mukim datu Nibong Hamdani dan Tgk Andi Saputra Ketua KUA Nibong yang telah memberikan dukungan moril dan materil.

Dirinya berharap agar kedepannya banyak pelajar-pelajar yang ikut aktif dalam pelestarian warisan budaya di Aceh. Pemuda-pemuda dapat menjadi motor penggerak untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk sadar betapa pentingnya tinggalan sejarah.

Aceh Utara sejatinya adalah kawasan padat tinggalan sejarah Islam, masih banyak Pekerjaan Rumah bagi kita yang mengaku para pewaris ‘Tanah Mulia’.

Ketua PELISA Bagus Irawan sebagai perwakilan pelajar Aceh juga memberi pesan “agar kita mengetahui makam-makam para indantu yg telah berjuang di masalalu dan memahami akan pentingnya kisah-kisah indantu di masa lalu sehingga pelajar tersebut bisa tahu akan asal usul aceh maupun bangsa, budaya dan agamanya.

Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.

Saran saya untuk pelajar aceh itu “Cintai lah sejarah daerah sendiri, Pahamilah asal usul sejarah daerah sendiri, Ketahuilah Makam-malam para indantu daerah sendiri” itu wajib untuk para pelajar Aceh, bersama kita aceh kuat, semangat.

Sementara itu, Abel Ketua LSM CISAH dalam hal ini sangat mengharapkan keseriusan dari dinas terkait, mengingat banyaknya penyebaran situs makam yang potensi memiliki data penting sejarah. Jabatan merupakan amanah penting pasti akan dimintai pertanggung jawaban di Akhirat kelak.

Sangat disayangkan jika kita sebagai pewaris tidak bisa menjaganya untuk generasi setelah kita, karena disitu memuat pesan-pesan moral yang sengaja dicatat untuk penerus mereka.

Sementara itu sejumlah   tokoh pemuda juga ikut berkontribusi dalam menata situs sejarah di Nibong Aceh Utara.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top