oleh

Pelaku Penembakan di Utrecht Belanda Seorang Pria Asal Turki

-Internasional-35 views

ACEHSATU.COM | UTRECHT — Pihak berwenang Belanda memperketat pengamanan di seluruh negeri setelah seorang pria bersenjata mengeluarkan tembakan di tram di Utrecht pada Senin pagi waktu setempat (18/03/2019).

Penembakan di moda transportasi umum populer Belanda itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sembilan lainnya luka.

Pengamanan yang diperketat meliputi sekolah, masjid, terminal dan gedung-gedung pemerintah. Layanan kereta dan tram di Utrecht untuk sementara dihentikan. Ancaman keamanan di Utrecht dinaikkan ke level tertinggi.

Pria bersenjata menembak secara membabi buta di tram.

BACA: BREAKING NEWS: Penembakan Juga Terjadi di Belanda, Beberapa Orang Jadi Korban

Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan ia sangat prihatin dan pemerintah menggelar rapat darurat untuk menangani peristiwa itu.

Pria kelahiran Turki

Sementara itu aparat keamanan memburu pria bersenjata itu yang dikatakan melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai mobil.

Kepolisian baru saja merilis foto seorang pria yang disebut sebagai terduga pelaku. Ia disebut bernama Gokman Tanis, 37, seorang pria asal Turki.

Koordinator antiterorisme Belanda Pieter-Jaap Aalbersberg mengatakan semua usaha ditujukan untuk menangkap pelaku.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen mengatakan peristiwa itu digolongkan sebagai serangan teror.

Kepolisian antiteror sebelumnya dilaporkan telah mengatakan bahwa penembakan tersebut “tampaknya merupakan serangan teroris”.

BACA: KRONOLOGI Aksi Heroik Marbot Masjid yang Rebut Senjata dari Penembak Masjid di Selandia Baru

Di depan rumah yang terletak di jalan di dekat lokasi kejadian, aparat keamanan bersenjata lengkap dilaporkan berkumpul dan tampak bersiap-siap melakukan penggerebekan, sementara melarang warga mendekat.

Kepolisian Belanda merilis foto Gokmen Tanis. Foto | @POLITIEUTRECHT / TWITTER

Pusat Medis Universitas Utrecht diminta menyediakan ruang khusus untuk merawat korban luka.

Universitas Utrecht menutup seluruh gedung di kampusnya dan melarang orang masuk atau keluar lingkungan.

“Seorang pria menembak secara membabi buta,” tutur seorang saksi mata kepada situs berita Belanda, NU.nl.

Seorang saksi mata lainnya mengatakan ia melihat seorang perempuan luka, tangannya berdarah yang juga mengenai pakaiannya.

“Saya membawanya ke mobil dan memberikan bantuan kepadanya,” ujarnya kepada lembaga penyiaran NOS. (*)

Artikel ini sudah tayang di BBC dengan judul “Penembakan di Utrecht, Belanda: Masjid, Sekolah, Terminal Dijaga Ketat”.

Komentar

Indeks Berita