Pelaku Pembacokan di Aceh Besar Serahkan Diri, Usai Bunuh Pria Selingkuhan Istrinya

Pelaku berinisial AM (40), yang membacok pria selingkuhan istrinya hingga tewas, akhirnya menyerahkan diri ke polisi
Pembacokan di Aceh Besar
Suami di Aceh Besar, Aceh, berinisial AM (40), yang diduga membacok pria selingkuhan istrinya hingga tewas akhirnya menyerahkan diri ke polisi. (Agus Setyadi/detikcom)

Pembacokan di Aceh Besar

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kasus pembacokan di Aceh Besar sudah memasuki babak baru.

Pelaku berinisial AM (40), yang membacok pria selingkuhan istrinya hingga tewas, akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Tersangka menyerah lima hari seusai kejadian.

Tersangka AM tampak mengenakan baju oranye serta penutup kepala saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (19/11/2020).

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor serta parang yang dipakai AM untuk membacok KD (41).

“Hari Selasa tanggal 17 kemarin sekitar pukul 18.00, tersangka menyerahkan diri ke Polsek Ingin Jaya, kemudian dibawa Polresta Banda Aceh,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto.

Pembacokan di Aceh Besar
Suami di Aceh Besar, Aceh, berinisial AM (40), yang diduga membacok pria selingkuhan istrinya hingga tewas akhirnya menyerahkan diri ke polisi. (Agus Setyadi/detikcom)

Trisno mengatakan, pada saat kejadian, Kamis (12/11) malam, istri AM, yaitu ST (32), pamit ke luar rumah untuk bertemu dengan temannya di Aneuk Galong, Aceh Besar. AM kemudian ke luar rumah terlebih dulu dengan menggunakan motornya ke Aneuk Galong.

Di sana, AM mengganti pelat motor supaya tidak dikenali ST. Tak berapa lama, ST tiba dan bertemu seorang perempuan yang disebut temannya. Dari sana, ST dan temannya berangkat menuju Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Di lokasi, ST dan temannya naik ke mobil pikap milik korban KD. Mereka berencana mencari makanan. Namun, saat berada di depan salah satu bank, AM menghampiri mobil yang ditumpangi ketiganya.

“Tersangka membuntuti korban dari Aneuk Galong sampai ke Lambaro. Dia juga menyamar dengan mengganti pelat motornya,” jelas Trisno didampingi Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha.

Trisno menyebut tersangka langsung membacok korban KD menggunakan parang. Korban sempat lari menyelamatkan diri, tapi dikejar hingga akhirnya ambruk di depan sebuah laundry.

“Setelah korban terjatuh dan minta-minta ampun, tersangka melarikan diri. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh, dan meninggal dunia pada Jumat pagi,” ujar Trisno.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Trisno, tersangka AM mengetahui istrinya berhubungan dengan KD sejak lima bulan lalu. Dia disebut sudah mengingatkan korban supaya tidak lagi mendekati istrinya.

“Korban sudah diingatkan oleh tersangka. Dalam kasus ini, tersangka kita jerat dengan pasal penganiayaan berat dan terencana,” ungkap Trisno. (*)