Abdya

PEKKA Kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Abdya

Lembaga Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Caffe nongkrong Gampong Keudee Siblang Kecamatan Blangpidie, Abdya. Selasa (04/12/2018).

ACEHSATU.COM | ABDYA – Lembaga Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Caffe nongkrong Gampong Keudee Siblang Kecamatan Blangpidie, Abdya. Selasa (04/12/2018).

Puluhan perempuan mendiskusi kasus perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Barat Daya, juga membahas tentang pencegahan terjadinya kekerasan terhadap.perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kegiatan ini merupakan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimana kampanye ini merupakan upaya upaya dalam menghapuskan kekerasan terhadap permpuan dan anak seluruh dunia khusunya Indonesia.

Peningkatan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Abdya Semakin meningkat khususnya terhadap pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

Afrida sekalu aktivis perempuan menegaskan, pada tahun 2019 lembaga Pekka akan menekankan dan besinergi dengan berbagai pihak terhadap kekerasan tersebut, sebab menurutnya, tanpa adanya sinergitas dengan berbagai pihak ini semua tidak akan pernah terselesaikan.

“Di tahun 2019 kita akan menekan kekerasan ini, dan kita juga akan besinergi dengan berbagai pihak, karena tanpa sinergitas dari berbagai pihak, ini semua tidak akan pernah terselesaikan sampai kapan pun, dan kasus yang berlangsung bagi sipelaku untuk tetap hukum sebagaimana mestinya aturan hukum yang ada,” katanya.
diharapkan dalam kesempatan ini perempuan perempuan di Abdya dapat mencegah kasus yang serupa sejak dini, selain itu dalam diskusi tersebut dibekali beberapa materi meliputi penanggulangan hingga kajian hukum tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan ini di hadiri oleh Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Moh.Basori, SiK yang di wakili oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Daya IPTU Zulfitriadi, SH ,  Pahruddin Ritonga, S.HI (Hakim Mahkamah Syari’ah) , Bripda Rini Adliani Mulka (Penyidik PPA ) , Firmansyah Siregar, SH ( Kasi Pidum Kejari Abdya) , Yenny S.Pd (Wakil ketua P2TP2A) , Khazanah SE (kabid PPPA) , Delvhan Aryanto SIP (Penyidik Satpol PP).

Berbagai bentuk kekerasan terhadap anak yang ditetapkan sebagai tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak. Seperti dikemukakan oleh berbagai pihak, bahwa ada beberapa bentuk kekerasan terhadap anak, yaitu kekerasan fisik, psikis, dan seksual.

Dalam diskusi tersebbut melahirkan kesepakatan bersama yang mana harapannya adanya tenaga ahli psikolog di abdya dan peran warga khusunya gampong gampong dalam mensosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top