Berita Lainnya

Hukum

Politik

Nelson Mandela. Foto : Ist
Perjalanan bangsa Aceh penuh liku-liku dan histori panjang. Para pejuang Aceh yang melakukan perlawanan terhadap tindakan diskriminasi kekuasaan dan tekanan politik oleh bangsa lain belum berakhir hingga saat ini.

ACEHSATU.COM – Perjalanan bangsa Aceh penuh liku-liku dan histori panjang. Para pejuang Aceh yang melakukan perlawanan terhadap tindakan diskriminasi kekuasaan dan tekanan politik oleh bangsa lain belum berakhir hingga saat ini.

Membaca sejarah hidup seorang tokoh berkulit hitam asal Afrika Selatan Nelson Mandela yang penuh haru dan memiliki semangat juang tinggi bagi bangsa, rasanya pantas diteladani oleh para pejuang Aceh masa kini.

Nelson Mandela lahir pada tanggal 18 Juli 1918 dan wafat pada tanggal 05 Desember 2013.

Nelson Mandela lahir di Rolihlahla Mandela yang merupakan desa kecil bernama Mvezo, ditepi sungai Mbashe di transkei Afrika Selatan.

Ayah Nelson Mandela merupakan kepala suku setempat selama beberapa tahun, tapi beliau kehilangan kekayaannya dikarenakan pertentangannya terhadap pemerintahan kolonial.

Ketika itu Nelson Mandela masih bayi dan setelah ayahnya diberhentikan dari posisinya karena tuduhan korupsi.

Kemudian mereka terpaksa pindah ke Qunu, sebuah desa kecil di utara Mvezo untuk menuju kesana tidak ada jalan yang luas, hanya jalan setapak yang dikelilingi rumput-rumput yang tinggi.

Keluarganya tinggal di sebuah gubuk di sana.

Atas saran salah satu teman ayahnya Rolihlahla di baptis di Gereja Methodist.

Karena sekolahnya terbiasa memberi nama Inggris untuk setiap murid, rolihlahla pun akhirnya mendapatkan nama Nelson sebagai nama depan, disanalah nama Nelson muncul.

Mandela melanjutkan bersekolah dan menjadi yang pertama di keluarga nya yang bersekolah.

Ketika Mandela berusia 9 tahun ayahnya meninggal dunia karena penyakit yang tidak diketahui dan menurut Mandela itu penyakit paru-paru, saat itu Mandela sangat terpukul dan menyebabkan hidupnya berubah secara drastis.

Lalu dia diadopsi oleh kepala suku Jongintaba Dalindyebo sebagai balas budi karena ayahnya telah membantu dirinya bangkit di dalam sukunya.

Nelson pun akhirnya diajak untuk tinggal di istana milik Jongintaba Dalindyebo bersama kedua anak kandungnya Justice dan Nomafu dan mendapatkan pendidikan di sekolah Next To The Palace untuk belajar bahasa inggris, sejarah, geografi, xhosa dan juga sejarah politik Afrika Selatan.

Selama itulah Mandela mengembangkan minatnya terhadap sejarah Afrika, dia belajar bagaimana orang Afrika dalam kesengsaraan dan jauh dari kata damai saat kedatangan orang berkulit putih.

Pada usia 16 tahun, Mandela, Justice dan teman-teman lainnya berangkat menuju ke Tyhalarha untuk menjalani ritual sunat secara simbolis menandakan kedewasaan.

Dalam tradisi di Afrika seorang pria yang tidak disunat tidak dapat mewarisi kekayaan ayahnya, menikah dan memimpin upacara adat suku.

Setelah ritual Mandela diberi nama “DALIBUNGA”.

Dibawah kekuasaan Bupati Jongintaba, Mandela dipersiapkan untuk menjadi anggota dewan penasehat untuk keluarga raja Thembu, Mandela mengenyam pendidikan menengah di Clarkebury Boarding Institute di Engcobo, Institute terbesar berkulit hitam di Thembuland.

Setelah menyelesaikan sertifikat juniornya selama 2 tahun, pada tahun 1937 ia pindah ke Healdtown.

Perguruan tinggi Methodis di Fort Beaufort sebagian besar mahasiswa di situ berasal dari anggota raja.

Setelah 2 tahun mengenyam pendidikan di Fort Beaufort Mandela memutuskan menjadi Prefek.

Dengan bantuan Jongintaba, Mandela mengambil gelar Bachelor Of Arts (BA) di Universitas Of Fort Hare, Institusi orang berkulit hitam yang elit di Alice, eastern cape dengan mahasiswa nya hanya 150 lebih.

Disana dia belajar bahasa Inggris, antropologi, politik, pemerintahan pribumi dan hukum Belanda Romawi.

Teman-temannya di Universitas Fort Hare memiliki hubungan yang baik dengan Kongres Nasional Africa (ANC) dan gerakan anti imperialis, Mandela tidak terlibat dengan kongres tersebut.

Setelah membantu mendirikan House Comittee untuk mahasiswa tahun pertama yang bertujuan untuk melawan dominasi mahasiswa tahun kedua, dan pada akhirnya di tahun pertamanya dia terlibat dalam aksi boikot Student’s Representative Council (SRC) terhadapat kualitas makanan yang tersedia, sehingga saat itu dia diskors sementara dari Universitas nya.

Dia pun meninggalkan kuliahnya tanpa mendapatkan gelar.

Setelah kejadian itu Mandela sempat ingin dinikahkan oleh Jongintaba tapi dia berhasil melarikan diri karena Mandela tidak menyukai pernikahan tersebut.

Mandela lalu kembali aktif terlibat dalam gerakan Anti-Apartheid dan bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC) pada tahun 1942.

Pada tahun 1949 ANC resmi memboikot, pemogokan, pembangkangan sipil dan non kerjasama dengan tujuan untuk membentuk kebijakan kewarganegaraan penuh, redistribusi tanah, hak-hak serikat dagang dan pendidikan gratis untuk semua anak di Afrika wajib.

Pada tahun 1956, Nelson Mandela dan 150 orang lainnya ditangkap, dengan tuduhan telah melakukan pengkhianatan terhadap advokasi politik negara (dan pada akhirnya mereka dibebaskan).

Sementara itu, ANC berulang kali mendapatkan tantangan dari kelompok kaum Afrika yang percaya bahwa metode yang digunakan ANC tidak efektif, kelompok tersebut membentuk kongres PAN-Afrika, dan itu berdampak negatif terhadap ANC.

Pada tahun 1959, gerakan tersebut telah kehilangan banyak pendukung militannya.

Nelson Mandela menghabiskan waktu 27 tahun di dalam penjara dari November 1962 sampai dengan Februari 1990.

Setelah itu dia mulai sadar bahwa melakukan protes tanpa kekerasan bukan satu-satunya cara untuk mencapai perubahan melainkan perjuangan dengan gencatan senjata.

Pada tahun 1961, Nelson Mandela mendirikan Umkhonto we sizwe (MK). Cabang ANC bersenjata untuk mengakhiri Apartheid.

Pada tahun 1961, Nelson Mandela mengatur pemogokan nasional untuk pekerja selama 3 hari.

Dia pun kembali ditangkap karena aksinya tersebut dan dia dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun.

Pada tahun 1963, Nelson Mandela dan 10 pemimpin ANC dipanggil ke pengadilan negeri setempat dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Nelson Mandela dipenjarakan di Robben Island, selama 18 tahun di penjara dia mengidap penyakit tuberkulosis dikarenakan di penjara tersebut terkhusus orang berkulit hitam mendapat pelayanan yang sangat buruk dari pihak penjagaan.

Saat di penjara Nelson Mandela berhasil menyelesaikan sarjana hukumnya melalui sebuah program korespondensi Universitas London.

Pada tahun 1981, Agen Intelijen Afrika Selatan yang bernama Gordon Wonter mengatur rencana untuk pembebasan Nelson Mandela untuk menembakinya dan rencana tersebut pun digagalkan oleh Intelijen Inggris.

Nelson Mandela terus menjadi simbol perdamaian untuk orang berkulit hitam , sehingga orang berkulit hitam melakukan kampanye internasional untuk pembebasan Nelson Mandela dan aksi tersebut mendapat dukungan Internasional.

Pada tahun 1982, Nelson Mandela dan pemimpin ANC dipindahkan dari penjara sebelumnya menuju penjara Poolsmoor, penjara tersebut lebih dekat dengan pemerintahan.

Pada tahun 1985 Presiden P.W. Botha menawarkan kepadanya pembebasan dengan sebuah syarat Nelson Mandela harus menghentikan perjuangan bersenjatanya mendengar syarat tersebut Nelson Mandela dan pemimpin ANC lainnya menolak mentah-mentah.

Dan mereka tetap pada pendirian akan terus melakukan perjuangan bersenjata, dengan semakin meningkatnya tekanan lokal dan Internasional untuk pembebasan Nelson Mandela.

Pemerintah berpartisipasi dalam beberapa pembicaraan dengan Nelson Mandela selama bertahun-tahun berikutnya tetapi tidak ada kesepakatan yang terwujud.

Hal tersebut sampai membuat P.W. Botha menderita stroke dan posisinya sebagai presiden di gantikan oleh Federik Willem De Klerk.

Dengan pergantian posisi tersebut membuat Nelson Mandela terbebaskan.

Pada 11 Februari 1990, Federik Willem De Klerk juga melarang ANC, dan menghapus pembatasan pada kelompok-kelompok politik dan menghentikan eksekusi.

Setelah dibebaskan dari penjara Nelson Mandela segera mendesak kekuatan asing untuk tidak mundur dan mengurangi tekan mereka pada pemerintah Afrika Selatan untuk menuju reformasi konstitusi.

Nelson Mandela tetap masih berkomitmen untuk melakukan perdamaian, dia menyatakan perjuangan bersenjata ANC tetap masih berlanjut sampai orang mayoritas berkulit hitam mendapat hak-hak untuk memilih.

Pada tahun 1991, Mandela terpilih menjadi Presiden Kongres Nasional Afrika ( ANC ) dengan temannya Oliver tambo yang menjabat sebagai Ketua Nasional.

Pada tahun 1993, Nelson Mandela dan Presiden De klerk secara bersamaan dianugerahi nobel perdamaian berkat pembongkaran Apartheid di Afrika Selatan.

Nelson Mandela dan De klerk melakukan pembicaraan untuk menuju pemilihan multiras pertama di negara tersebut.

Dan pembicaraan tersebut berjalan lancar setelah melalui berbagai macam rintangan saat itu termasuk pembunuhan terhadap pemimpin ANC Chris Hani.

Pada tanggal 27 April 1994 pada pemilihan demokrasi pertama, Nelson Mandela terpilih menjadi orang hitam pertama yang menjadi presiden di Afrika Selatan dengan Federik Willem De Klerk sebagai wakilnya.

Pelantikannya dilakukan pada tanggal 10 Mei 1994 saat itu usianya (77 Tahun) selama pemerintahannya terhitung dari 1994-1999 Nelson Mandela terus mewujudkan transisinya terhadap Apartheid supaya menjadi mayoritas orang berkulit hitam.

Berbagai macam cara Nelson Mandela lakukan termasuk mempromosikan rekonsiliasi antara orang berkulit putih dengan orang berkulit hitam dengan mengadakan ajang piala dunia Rughby dan di tahun ini juga Mandela dianugerahi Order Of Merit.

Selama masa kepresidenannya Nelson Mandela juga melindungi perekonomian Afrika selatan dan menyelamatkannya dari keterpurukan melalui rekonstruksi dan rencana pembangunan, pemerintah Afrika Selatan mendanai penciptaan lapangan kerja, perumahan dan perawatan kesehatan dasar.

Pada tahun 1996, Mandela menandatangani UU konstitusi baru negara untuk mendirikan pemerintahan pusat dengan kekuasaan mayoritas dan menjamin hak-hak minoritas dan demokrasi.

Pada pemilihan umum 1999 Nelson Mandela telah pensiun dari dunia politik.

Pada tahun 2001 Nelson Mandela di diagnosis penyakit kanker prostat, pada tahun 2004 dia pensiun dari bagian formal untuk publik dan kembali ke desa asalnya Qunu.

Pada tanggal 18 Juli 2007, Nelson Mandela dan istrinya Graca Machel mendirikan The Elders, kelompok pemimpin yang bertujuan untuk bekerja secara publik dan untuk mencari solusi masalah dunia yang paling sulit, di kelompok ini bergabung diantaranya Desmond Tutu, Kofi Annan, Ela Bhatt, Gro Harlem Brundtland, Jimmy Carter, Li Zhaoxing, Mery Robinson dan Muhammad Yunus.

Kelompok tersebut sangat berdampak terutama ke Asia, Timur Tengah, dan Afrika tindakan kelompok ini untuk mempromosikan perdamaian dan kesetaraan perempuan dan menuntut untuk diakhirinya kekejaman dan krisis kemanusiaan.

Nelson Mandela juga berkomitmen memerangi AIDS. Komitmennya memerangi AIDS dikarenakan pada tahun 2005 putra kesayangannya Makgatho meninggal karena diserang penyakit AIDS.

Pada tahun 2010, Afrika Selatan menjadi tuan rumah untuk ajang paling bergengsi di dunia yaitu World Cup 2010 dan ini merupakan penampilan atau pagelaran terakhir Nelson Mandela.

Dia masih tetap menjadi sorotan di tahun-tahun terakhirnya.

Pada tahun 2011 Nelson Mandela melakukan pengunjungannya dengan Presiden Hussein Barrack Obama ketika perjalanannya ke Afrika selatan.

Pada tanggal 05 Desember 2013, saat usia nya (95 Tahun) Nelson Mandela meninggal dunia setelah bertahun-tahun melawan penyakit infeksi paru-paru nya di rumah sakit Johannesburg Afrika Selatan dan untuk mengenang bagaimana Mandela selama hidupnya memperjuangkan perdamaian untuk negaranya, Pemerintah Afrika Selatan menerapkan peringatan sebagai acara tahunan nasional pada setiap tanggal 18 Juli.(*)