https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Pedas Kritikan PKS ke Pemimpin RI Soal Penanganan Covid-19
Presiden PKS Sohibul Iman.
Dia menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat menyelesaikan masalah, bukan sibuk cuci tangan dari persoalan.

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Presiden PKS Shohibul Iman melancarkan kritik tajam terhadap pola penanganan wabah Corona yang saat ini dijalankan pemerintahan Joko Widodo. Dia menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat menyelesaikan masalah, bukan sibuk cuci tangan dari persoalan.

Kritik Shohibul terkait kebijakan pemerintah soal penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) itu disampaikan saat menyampaikan pidato pada upacara peringatan HUT ke-75 RI di DPP PKS, Senin (17/8/2020).

Shohibul mengatakan, pemerintah tidak boleh bersikap biasa-biasa saja dan harus memiliki kesadaran akan krisis yang terjadi. Menurutnya, saat ini Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu memberikan solusi bukan sekedar janji.

“Republik ini membutuhkan pemimpin yang turun tangan menyelesaikan persoalan di lapangan, bukan justru sibuk cuci tangan dari kesalahan-kesalahan," kata Presiden PKS Shohibul Iman dalam keterangannya, Senin (17/8/2020).

Shohibul juga memaparkan kebijakan saat krisis seperti yang dialami Indonesia saat ini harus memenuhi tiga hal, yakni tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu.

"Sayangnya, program-program pemerintah justru banyak yang tidak memenuhi ketiganya.” ungkapnya.

Program pemerintah, kata dia, justru banyak yang tidak tepat manfaat, tidak tepat sasaran, dan tidak tepat waktu. Bahkan ia menduga tata kelola program tersebut cenderung buruk.

Shohibul juga mengkritik program pemerintah di era pandemi yang lebih mementingkan ekonomi ketimbang fokus pada penanganan kesehatan.

"Kita tegaskan bahwa dalam penanganan COVID-19 ini, kita harus berfokus pada penanganan kesehatan. Jangan korbankan penanganan pandemi untuk kepentingan ekonomi. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan kesehatan dan persoalan ekonomi secara bersamaan," ujar Shohibul.

Dia juga mengingatkan pemerintah bila pandemi tidak segera tertangani dengan baik maka akan berakibat pada kegagalan ekonomi.

"Ini akan menjadi double mistake. Gagal mengendalikan pandemi, gagal memulihkan ekonomi. Ternyata kebijakan pemerintah hari ini membuahkan hasil yang menyedihkan. Kesehatan masih tetap terbengkalai, kurva pandemi kita tetap naik. Sisi lain, kondisi ekonomi kita makin terpuruk," katanya. (*)