Pasien Melahirkan di Kamar Mandi Rumah Sakit, Mahasiswa Datangi Pihak RS

ACEHSATU.COM, MEULABOH – Terkait beredarnya isu bahwa seorang pasien yang melahirkan di kamar mandi ruang bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Aceh Barat, mahasiswa mendatangi pihak rumah sakit untuk meminta penjelasan terkait isu negatif yang sedang beredar di masyarakat, Kamis (16/1/2020).

Sebelumnya isu tersebut mulai viral diperbincangkan dari salah satu akun Instagram @acehworldtime pada tanggal 16 Januari 2020 yang memposting gambar dan video serta berisi penjelasan dari pihak pasien yang mengaku telah ditelantarkan, dengan caption:

“Miris

Seorang Pasien melahirkan tidak semestinya, hingga pendarahan hebat di kamar Mandi. Padahal sebelumnya Pasien sudah memperingatkan kepada pihak bertanggung jawab, tapi kata mereka “belum saatnya melahirkan”. _Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien Meulaboh”.

Perwakilan mahasiswa, Sulthan Alfaraby saat menanyakan isu seorang ibu yang melahirkan di kamar mandi RS kepada pihak RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh yang diwakili oleh Kasubbag Hukum dan Humas, Susi Maulhusna, AMK pada Kamis (17/1/2020). (Foto: Ist | Acehsatu.com)

Setelah viralnya postingan tersebut, mahasiswa langsung mendatangi pihak rumah sakit untuk mendengarkan pengakuan dari pihak RSUD CND. Kepada Sulthan Alfaraby yang merupakan perwakilan dari mahasiswa, pihak RSUD CND yang diwakili oleh Kasubbag Hukum dan Humas, Susi Maulhusna AMK, memberikan pengakuan bahwa pihak rumah sakit tidak menelantarkan pasien tersebut.

“Pasien tersebut tidak ditelantarkan dan telah ditangani sejak jam 10 pagi (sebelum beredar isu tersebut), dan telah ditangani sesuai SOP. Kebetulan diperiksa langsung oleh dokter spesialis dan tetap dalam pengawasan petugas,” ujar Kasubbag Hukum dan Humas RSUD CND.

Belum merasa cukup dengan penjelasan pihak rumah sakit, mahasiswa kemudian bertanya lagi tentang penyebab pasien bisa melahirkan di kamar mandi. Kemudian pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pasien tetap dalam pengawasan dan izin ingin Buang Air Kecil (BAK).

“Beliau (pasien) dalam pengawasan dan izin Buang Air Kecil (BAK) ke kamar mandi. Berdasarkan keterangan petugas, diberitahukan jika memang pasien merasa ingin Buang Air Besar (BAB) agar memberitahukan kepada petugas. Namun, pasien hanya ingin BAK. Sebelum pasien BAK, sudah dilihat belum menunjukkan gejala melahirkan dan baru bukaan empat. Kalau bukaan melahirkan itukan sepuluh,” ujar Kasubbag Hukum dan Humas RSUD CND.

Usai meminta kejelasan dari pihak RSUD CND, Kepada awak media, mahasiswa berharap agar RSUD CND Meulaboh terus menghargai dan meningkatkan lagi kualitas pelayanan pasien-pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Kami hanya berharap kepada pihak rumah sakit untuk terus menghargai dan memberikan pelayanan optimal kepada pasien. Tanpa pasien, RSUD CND bukanlah apa-apa. Kami juga kecewa, bahwa RSUD CND kini turun kelas dari B menjadi C. Semoga kedepannya bisa naik lagi dan menjadi pelopor pelayanan terbaik di sepanjang daerah Barat Selatan Aceh. Ini adalah masalah kita bersama, mari kita berbenah,” tutupnya. (*)