Hukum

Pasca Tabrakan Maut di Juli Bireuen, Massa Bakar Sepeda Motor Polantas

 

ACEHSATU.COM, Bireun – Tabrakan maut di jalan lintas Bireuen-Tekengon kilometer 2 kawasan Desa Juli Cot Mesjid, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen yang menewaskan dua orang warga berakhir dengan insiden pembakaran satu unit sepeda motor milik anggota Polantas Polres Bireuen, Selasa (2/2/2016) sekira pukul 13.15 WIB.

Pembakaran diduga terjadi akibat sejumlah massa emosi karena dua dari empat warga Desa Mee Teungoh, Kecamatan Juli, Bireuen yang mengendarai sepeda motor Vixion BL 5206 ZG meninggal setelah dihamtan oleh mobil carry jenis pick up BL 8317 ZE.

Sepeda motor patroli milik anggota Polantas Polres Bireuen yang di bakar massa pasacatabarkan maut di jalan lintas Bireun-Takengon kilometer 2 Desa Juli Cot Masjid, Kecamatan Juli, Bireuen.(ACEHSATU.COM/TARMIZI A. GANI)

Sepeda motor patroli milik anggota Polantas Polres Bireuen yang di bakar massa pasacatabarkan maut di jalan lintas Bireun-Takengon kilometer 2 Desa Juli Cot Masjid, Kecamatan Juli, Bireuen.(ACEHSATU.COM/TARMIZI A. GANI)

Kapolres Bireuen AKBP M. Ali Khadafi mengatakan, kejadian tersebut berawal saat mobil carry jenis pick-up menerobos lampu merah dan laju kendaraannya terlihat oleng.

“Karena curiga, maka kedua anggota Polantas melakukan pengajaran, tapi sebelum tiba di lokasi itu, dikabarkan kalau  mobil carry jenis pick-up  menabrak pengendara sepeda motor saat ia balik arah untuk mengelabui petugas,” katanya.

Sementara itu, sejumlah saksi mata menyebutkan, sebelum kejadian tabrakan dan pembakaran, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara dua anggota Polantas menggunakan sepeda motor patroli dengan pengendara mobil carry jenis pick up hingga ke tikungan Juli Cot Mesjid.

“Saat di tikungan tajam itu, mobil carry jenis pick Up hilang kendali dan banting setir hingga menghantam sepeda motor Vixion yang dikendarai Tarmizi dari arah yang berlawanan,” sebut Agus Suryadi.

Ketika peristiwa terjadi, korban Tarmizi diketahui sedang mengantar tiga orang keponakannya menuju sekolah MIN Cot Meurak namun berakhir naas di lokasi kejadian bersama seorang keponakannya.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, kemudian massa pun membakar sepeda motor yang dikendarai dua Polantas Bireuen berinisial Brigadir  F dan Bigadir M itu. Beruntung keduanya berhasil diamankan dari amukan massa oleh seorang anggota Polres Bireuen yang tiba dilokasi sesaat setelah kejadian.

Dua korban tewas  merupakan warga Desa Juli Mee Teungoh yaitu, Tarmizi (38), Amanda Safita (8) tewas, sedangkan Syuhada (8) dan Suci Salsabila hingga kini masih kritis di rumah sakit BMC Bireuen.(*)

Laporan Tarmizi A. Gani

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top