Aceh Timur

Parkir di Ruas Jalan Kota Idi Semrawut, Dinas Perhubungan Aceh Timur Terkesan Tutup Mata

“Kita melihat kondisi arus lalu lintas sekitaran Kota Idi Rayeuk, Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, semakin semrawut dengan minimnya rambu-rambu lalu lintas,”

Teks Foto : Lihat Tanda Panah dalam gambar ini menunjukkan kondisi rambu-rambu lalulintas bagaikan tak bertuan.

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR- Sejumlah kalangan menilai Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Timur terkesan tidak menghiraukan kondisi arus lalu lintas di Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur yang terlihat penuh kesemrawutan.

“Kita melihat kondisi arus lalu lintas sekitaran Kota Idi Rayeuk, Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, semakin semrawut dengan minimnya rambu-rambu serta dengan maraknya pedagang yang berjualan di bahu  jalan,” kata praktisi Media Aceh Timur, Ilyas kepada ACEHSATU.com, Kamis (13/9/2018).

Saat ini ruas jalan di seputar Kota Idi, terlihat sempit akibat parkir kendaraan yang tidak beraturan, dan terkesan tidak ada perhatian dari Dinas Perhubungan setempat untuk memasang rambu-rambu di sepanjang jalan dua lajur Kota Idi Rayeuk.

BACA : Satpol PP Aceh Timur Dinilai tidak Bernyali Tertibkan Papan Reklame tak Berizin

“Seharusnya sepanjang jalan dua lajur Kota Idi, terpasang rambu-rambu larangan stop sehingga kendaraan tidak parkir sembarangan yang mengakibatkan ruas jalan di Kota Idi menjadi sempit, dan ada rambu terlihat hanya tinggal tiang doang,” kata Ilyas.

Hal senada juga dikatakan tokoh masyarakat Idi Rayeuk Asril Ibrahim, menurutnya Dinas Perhubungan setempat harus menetapkan rambu jalan keluar dan jalan masuk di Kota Idi Rayeuk.

“Hari ini Kota Idi Rayeuk adalah Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, bukan lagi ibu kota kecamatan, semakin hari perkembangannya semakin pesat, apalagi jumlah kendaraan yang semakin bertambah,” harap Asril.

BACA: Kapolresta Banda Aceh Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas bagi Peserta dan Penonton Balap Liar

Asril mencontohkan, jalan keluar di simpang empat Kota Idi, seharusnya jalan tersebut adalah jalan keluar bukan jalan masuk.

“Akan tetapi rambu larangan keluar, tidak kelihatan di kawasan tersebut. Sudah sepatutnya Dinas Perhubungan setempat menetapkan jalan tersebut sebagai jalan keluar dengan tegas,” demikian kata Asril.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Timur, melalui Kabid Transportasi dan lalulintas Dinas Perhubungan Aceh Timur, Zulkifli saat dihubungi ACEHSATU.com mengatakan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan penertiban di Kota Idi Rayeuk.

“Kita akui dalam tahun ini kita kekurangan anggaran untuk pengadaan rambu-rambu dan traffict light. Insya Allah di tahun depan akan kita upayakan,” ujar Zulkifli.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Aceh Timur untuk menertibkan ruas dan bahu jalan dari para pedagang dalam Kota Idi Rayeuk dan sekitarnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top