Langsa

Panwaslu Langsa Paparkan Strategi Partisipatif Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu

semua masyarakat bertanggung jawab dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil dan bermartabat karena memiliki hak konstitusional untuk dipilih dan memilih yang jika suara tersebut dijual maka penyelenggaraan pemilu tentu tidak bermartabat

Foto | Maidelina

ACEHSATU.COM | LANGSA – Demi mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang adil,jujur dan bermartabat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Langsa mengajak keterlibatan Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan (OKP/ORMAS) untuk dapat melakukan  pengawasan Pemilu partisipatif di Aula Ruang terbuka hijau, Hutan Kota Langsa (14/12/2017).

Ketua Panwaslu Kota Langsa Muhammad Khoiri, M. Pem, I dalam sambutannya mengatakan bahwa pencegahan pelanggaran Pemilu bisa dilakukan dengan adanya partisipatif masyarakat sesuai amanah UU No 7 tahun 2017.

“semua masyarakat bertanggung jawab dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil dan bermartabat karena memiliki hak konstitusional untuk dipilih dan memilih yang jika suara tersebut dijual maka penyelenggaraan pemilu tentu tidak bermartabat” ujarnya.

Adapun Narasumber yang dihadirkan yaitu Dr. ismail Arrauf Nasution, MA sebagai Dosen Filsafat Politik Islam IAIN Langsa didampingi anggota Panwaslu Kota Langsa ,Riswandar dengan materi Etika Pengawasan Pemilu.

Selanjutnya juga hadir Teuku Kemal Fasya S.ag M.Hum sebagai Pengamat sosial dan politik Aceh.

Dalam materinya Kemal didampingi Anggota Panwaslu Kota Langsa Agus Syahputra menjelaskan pengertian Demokrasi partisipatif, sejarah demokrasi dan strategi pengawasan serta masalah yang muncul pada pemilu yang telah berlangsung.

Pemateri terakhir yaitu Ketua Bawaslu Provinsi Aceh, DR Muklir S.sos SH, MAP yang menutup acara dengan memaparkan strategi partisipatif Masyarakat.

Sementara itu para peserta sosialiasi antusias terhadap materi yang disampaikan mengingat peran pengawasan memang sangat penting demi menghindari pelanggaran Pemilu terutama praktek money politik.

Jumiati salah satu peserta dari Pengurus Forum Alumni HMI Wati kota Langsa (FORHATI)  menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam sosialisasi harus lebih ditingkatkan yaitu dengan juga menghadirkan ibu-ibu dari pengajian.

“saat ini kondisi real bahwa keterwakilan perempuan masih kurang karena kurangnya pemahaman politik, sehingga kedepan diharapkan panwaslu tidak hanya mengundang okp/ormas tapi juga turut melibatkan ibu-ibu pengajian yang aktif” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Panwaslu kota Langsa berjanji akan terus berupaya melibatkan partisipatif masyarakat terutama kaum perempuan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top