Pampers Kotoran Bayi Berserak di Jalan Elak Timur Bireuen

Pampers berserak di Jalan Elak Timur Bireuen menjadi pemandangan yang menyesakkan. Betapa tidak, hal itu membuat kenyamanan pengguna jalan terganggu.
Pampers berserak di Jalan Elak Timur Bireuen
Pampers bekas kencing dan berisi kotoran anak-anak berserak dijalan elak timur Kota Bireuen, Minggu (15/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM)

Pampers Berserak di Jalan Elak Timur Bireuen

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Pampers berserak di Jalan Elak Timur Bireuen menjadi pemandangan yang menyesakkan. Betapa tidak, hal itu membuat kenyamanan pengguna jalan terganggu.

Aksi buang sampah sembarang di pinggir dan sampai berserak ke badan jalan aspal, di jalan elak arah timur Kota Bireuen, di kawasan sepi dekat sawah Gampong Sagoe, Kecamatan Peusangan, oleh oknum warga melintas dilokasi masih saja terjadi.

Wartawan Acehsatu.Com yang melintas di lokasi, Minggu (15/11/2020) pagi melihat satu bungkus plastik besar semuanya isi pampers bekas kencing dan masih ada kotoran anak-anak berserak dipinggir jalan arah lintasan dari timur ke barat.

Belum diketahui pasti bagaimana caranya sampah itu bisa berada dipinggir jalan, dan sangat membayakan melintas. Sejumlah warga mengendarai sepedamotor maupun mobil tiba dekat lokasi, terlihat mengelak ke kanan menghindar tergilas pampers.

Pampers berserak di Jalan Elak Timur Bireuen
Pampers bekas kencing dan berisi kotoran anak-anak berserak dijalan elak timur Kota Bireuen, Minggu (15/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM)

Fadli (28) seorang warga sedang melintas ditanyai dilokasi mengharapkan supaya pembuangan sampah sembarang itu tidak lagi terjadi, karena dapat membahayakan pengendara yang melintasi jalan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bireuen, Drs Murdani melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pertamanan Said Faisal, ditanyai Acehsatu.Com, Minggu (15/11/2020) pagi, juga berharap warga tidak buang sampah sembarang.

“Kita imbau untuk warga agar tidak membuang sampah ditengah jalan, kalau membutuhkan pelayanan sampah mohon ke kantor untuk kita data,” sebut Kabid

Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pertamanan.

Selain itu juga turut mengimbau kepada pihak desa atau gampong, untuk menjaga wilayah desanya, menjaga lingkungannya supaya tidak ada warga lain, membuang sampah di lingkungan desanya, imbuh Said Faisal. (*)