oleh

Pada Umumnya Ada 3 Gejala Serangan Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan! Salah Satunya Berkeringat dan Sesak Nafas

-Sport-103 views

ACEHSATU.COM – Jantung  merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Maka, Anda harus menjaga dengan baik organ vital ini, supaya kesehatan tubuh secara keseluruhan juga baik.

Sayangnya, tidak banyak oran yang mengetahui, bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Gejala penyakit jantung tidak dapat didiagnosis dengan pasti oleh dokter.

Tak jarang, penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer”, karena Anda tidak tahu kapan terjadi, apa rasa gejalanya, dan bahkan bisa terjadi begitu saja hingga fatal akibatnya.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui, mempelajari dan mendeteksi secara dini gejalanya.

Nyeri dada seringkali dianggap sebagai gejala umum serangan jantung.

Akan tetapi, kerapkali wanita mengalami gejala yang berbeda.

Gejala serangan jantung tidak selalu dramatis yang Moms pikirkan, bisa terasa seperti tekanan atau jantung terbakar yang datang seiring waktu.

Melansir clevelandclinic, ada 3 gejala serangan jantung pada wanita yang harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan.

1. Kelelahan yang tidak biasa

Moms mungkin memiliki banyak kegiatan yang padat, mulai dari mengurus keluarga, membereskan rumah, bekerja di luar rumah dan merawat orangtua.

Hal ini bukan tidak mungkin bisa membuat Moms lelah sepanjang waktu.

Meski rasa lelah ini terbilang normal, namun jika kelelahan yang dirasakan terlalu berlebihan, maka Moms harus waspada.

Beberapa tanda yang perlu menjadi perhatian khusus yaitu:

– Tiba-tiba merasa haus setelah menjalani rutinitas atau berolahraga seperti biasanya.

– Tidak mengerjakan sesuatu yang berat, tetapi merasa kelelahan atau dada seperti ditekan.

– Tubuh terasa sangat lelah ketika hanya mengerjakan aktivitas sederhana seperti merapikan tempat tidur, berjalan ke kamar mandi atau berbelanja.

– Walau merasa sangat lelah, namun Moms juga mengalami gangguan tidur.

2. Berkeringat dan sesak napas

Seiring bertambahnya usia wanita, kurang olahraga dan kenaikan berat badan secara bertahap dapat menyebabkan masalah seperti sesak napas.

Berkeringat adalah keluhan umum yang banyak dialami wanita selama menopause.

Tetapi gejala ini dapat menandakan masalah jantung ketika terjadi dalam situasi tertentu:

– Tiba-tiba berkeringat atau napas menjadi lebih pendek.

– Sesak napas terus memburuk dari waktu ke waktu setelah beraktivitas.

– Napas pendek semakin memburuk saat berbaring dan membaik saat ditopang.

– Keringat muncul ketika tidak ada penyebab stres yang sebenarnya.

– Berkeringat atau sesak napas yang disertai dengan gejala lain seperti nyeri dada atau kelelahan.

3. Sakit leher, rahang, dan punggung

Sistem tubuh akan memberikan sinyal ketika ada sesuatu yang salah pada kita.

Ketika ada masalah dengan jantung, itu memicu saraf di daerah itu, tetapi terkadang Moms bisa merasakan sakit di area lain.

Nyeri pada rahang, punggung, atau lengan dapat menandakan gejala serangan jantung, terutama jika sulit diketahui awal mulanya (misalnya tidak ada otot atau persendian tertentu yang sakit).

Jika ketidaknyamanan muncul atau terasa memburuk ketika Moms beraktivitas, dan berhenti ketika telah berolahraga, maka harus memeriksanya.

Berikut beberapa tanda lain yang juga harus diperhatikan:

– Pada wanita, khususnya bisa merasakan sakit di kedua lengan, bukan hanya di lengan kiri saja seperti yang dialami banyak pria.

– Nyeri di punggung bawah atau atas sering dimulai di dada dan menyebar di area tersebut.

– Rasa sakitnya terkadang datang tiba-tiba, bukan karena aktivitas fisik, dan dapat membuat Moms terbangun di malam hari.

– Mungkin merasakan sakit yang spesifik pada sisi kiri dan bawah rahang.

Biasanya, tiga gejala peringatan serangan jantung ini terjadi pada beberapa minggu atau sebulan sebelum serangan jantung.

Apabila gejala ini cepat diketahui, maka semakin besar peluang untuk mengatasi masalah tersebut sebelum menjadi serangan jantung.

Jika Moms mengalami gejala tersebut, maka segera periksa ke dokter.

Ketika Moms konsultasi dengan doker, jangan lupa untuk memberitahukan beberapa hal ini:

– Membawa daftar gejala dan kapan gejala tersebut muncul.

– Beri tahu tentang riwayat kondisi kesehatan keluarga.

– Bicarakan tentang stres yang dialami atau apa pun yang terjadi dalam hidup yang mungkin berkontribusi pada masalah.

Dokter kemungkinan akan mendengarkan gejala Moms dan memeriksa denyut nadi serta tekanan darah.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah, yang akan menunjukkan apakah jantung Moms bermasalah atau tidak.

Dokter juga dapat menggunakan elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui apakah aktivitas elektrik jantung Moms normal, atau ekokardiogram untuk melihat gambar jantung guna mengetahui apakah kerusakan telah terjadi.

Semua hal ini penting dalam mengidentifikasi masalah, dan mengambil langkah-langkah untuk melakukan intervensi sebelum kemungkinan serangan jantung.

Hubungi kontak layanan darurat jika Moms mengalami sakit dada atau ketidaknyamanan bersama dengan gejala-gejala tersebut, terutama jika berlangsung lebih dari lima menit.

Atau ketika Moms mengalami beberapa gejala berikut ini:

– Rasa sakit atau tidak nyaman di area lain dari tubuh bagian atas, termasuk lengan, bahu kiri, punggung, leher, rahang, atau perut.

– Kesulitan bernapas atau sesak napas.

– Berkeringat atau “keringat dingin”.

– Merasa penuh, gangguan pencernaan, atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti mulas).

– Mual atau muntah.

– Pusing, sangat lemah atau cemas.

– Detak jantung cepat atau tidak teratur.

 

Komentar