Olo, Gajah Jinak di Aceh Jaya Mati Sehari Setelah Perayaan Gajah Sedunia, BKSDA Tidak Tahu Penyebab

Gajah Olo di CRU Sampoinit Aceh Jaya mati mendadak
ILUSTRASI. | NET

ACEHSATU.COM | CALANG – Olo, seekor gajah jinak di Conservation Response Unit (CRU) Sampioniet, Aceh Jaya dilaporkan mati pagi tadi, Kamis (13/8/2020).

Kematian Olo yang tiba-tiba bertepatan sehari setelah peringatan Hari Gajah sedunia yang diperingati 12 Agustus 2020 kemarin. 

Melansir Antara, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto  mengaku tak mengetahui persis penyebab kematian gajah jinak berjenis kelamin jantan itu.

Dia mengatakan pihaknya memperoleh informasi bahwa gajah yang berumur 25 tahun itu mati mendadak pagi tadi, sekitar jam 11.00 WIB.

Atas kejadian itu, BKSDA telah menurunkan tim medis ke lapangan untuk mencari tahu penyebab kematian Olo.

Kematian Olo disebutkan cukup mengejutkan, sebab Hari Gajah Sedunia baru saja diperingati pada 12 Agustus 2020 kemarin.

Terlihat sehat

Karena selama ini salah satu jenis satwa dilingdungi itu tidak dilaporkan sakit. Olo disebut baik-baik saja dan kondisinya juga terlihat sehat.

Namun kini, Olo, sang gajah jinak yang selama ini berdiam di Conservation Response Unit (CRU) Sampioniet, Aceh Jaya, itu telah pergi.

CRU Sampoiniet sendiri terletak di Desa Ie Jeureungeh, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Berjarak sekitar 120 kilometer dari Kota Banda Aceh.

CRU itu juga ditugaskan untuk meminimalisir konflik gajah dan manusia yang marak terjadi di Aceh, yaitu mengahalu dan melakukan penggiringan setiap gajah liar yang memasuki wilayah pemukiman warga. (*)