Abdya

Oknum Sekdes Diduga Sodomi Belasan Anak di Abdya

Keterangan Zulfitriadi, tidak ada motif lain dari perbuatan tersebut melainkan murni dari kelainan seksual dari pelaku.

Foto | Mimi Saputra

ACEHSATU.COM | ACEH BARAT DAYA – Seorang oknum PNS Sekretaris Desa (Sekdes) salah satu desa di Aceh Selatan diamankan pihak kepolisian diduga melakukan pelecehan seksual atau sodomi (liwat) atas belasan siswa yang masih berumur belasan tahun di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Pelaku berinisial MR (40) warga Desa Lamkuta Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya itu telah dilaporkan ke Kepolisian Aceh Barat Daya oleh guru sekolah korban Selasa (30/1/2018) siang tadi.

Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH, Selasa (30/1/2018), membenarkan bahwa pelaku sodomi di Abdya sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

“Pelaku sedang menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Abdya,” kata Zulfitriadi kepada awak media.

Menurut Zulfitriadi, pelaku sudah melakukan perbuatan tersebut sudah berulang kali, korban kebanyakan anak dibawah umur.

“Para korban yang menjadi sasaran pelaku rata-rata masih berumur belasan tahun. Dan yang bersangkutan telah melakukan hal itu sejak tahun 2016 lalu,” sebut Zulfitriadi.

Awalnya pelaku sempat diamankan oleh Satpol PP dan WH Abdya yang mendapatkan laporan dari masyarakat. Hari ini Kasatpot PP menyerahkan pelaku ke Mapolres Abdya untuk menjalani proses pemeriksaan.

Perbuatan pelaku terungkap karena dugaan guru sekolah korban curiga dengan tingkah laku korban yang sering mengeluarkan kata kotor dan bercerita tentang sesuatu yang berbau porno.

Dengan kecurigaan tersebut guru mendapatkan keterangan korban dan mengakui pelaku melakukan perbuatan bejat tersebut kepada korban lalu melaporkan hal tersebut ke Satpol PP.

Kemungkinan korban akan bertambah, namun pihak kepolisan masih menyelidiki akan korban lainnya, dari tangan pelaku pihak kepolisian mengamankan sebuah laptop dan HP yang mana barang tersebut untuk melancarkan aksi bejat pelaku.

Keterangan Zulfitriadi, tidak ada motif lain dari perbuatan tersebut melainkan murni dari kelainan seksual dari pelaku.

“Kita menduga korban mengalami penyakit bisexual dan gay, sebab pelaku juga pernah melakukan perbuatan tersebut dengan orang dewasa,” pungkasnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam 100 kali cambuk junto pasal 63 dan 47 yang diatur dalam Qanun Jinayat. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top