Novanto Vs Nurhadi: Ribut Dua Mantan di Lapas Sukamiskin

Keduanya tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.
Novanto Vs Nurhadi
Novanto Vs Nurhadi: Ribut Dua Mantan di Lapas Sukamiskin. | Foto: detik.com

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Novanto Vs Nurhadi: Ribut Dua Mantan di Lapas Sukamiskin.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, belum lama ini dilaporkan berselisih dengan terpidana megakorupsi e-KTP, Setya Novanto, yang juga mantan Ketua DPR RI.

Keduanya tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Bahkan sebelum perselisihan antara dua mantan tersebut, Nurhadi juga pernah melakukan pemukulan terhadap petugas Rutan KPK.

Kabar perselisihan Nurhadi dan Novanto turut dibenarkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan (Pas) Rika Apriyanti.

“Perselisihan sudah selesai, itu kejadian lama,” ujarnya, seperti dikutip detik.com, Rabu (2/3/2022).

Novanto menjalani masa pidana 15 tahun penjara karena kasus korupsi e-KTP di Lapas Sukamiskin..

Begitu pun Nurhadi, berstatus warga binaan setelah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Nurhadi terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara sebesar Rp 49 miliar.

Sebelum berselisih dengan Novanto, Nurhadi juga pernah memukul petugas rutan KPK. Berikut ini jejak kontroversi Nurhadi.

Nurhadi Pukul Petugas Rutan KPK

Tahun lalu, seorang petugas Rumah Tahanan (Rutan) KPK diduga menjadi korban pemukulan oleh Nurhadi yang berstatus sebagai terdakwa perkara suap, Nurhadi. Korban pun melaporkannya ke polisi.

Pelaporan terhadap Nurhadi dilakukan pada Jumat (29/1/2021), sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaporan didampingi oleh pihak Biro Hukum KPK. Petugas rutan pun telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak dokter rumah sakit.

Pada Senin (1/2/2021), polisi melakukan gelar perkembangan kasus. Hal itu dilakukan untuk mempelajari kasus tersebut.

Nurhadi sendiri telah diperiksa polisi pada 4 Februari 2021. Pemeriksaan Nurhadi dilakukan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan bahwa motif Nurhadi memukul petugas rutan lantaran emosi.

“Itu hanya emosi ketika ada percakapan yang tidak sesuai, tidak pas. Jadi terlapor itu emosi dan melakukan pemukulan,” kata Jimmy.

“Artinya dia emosi, ada gerakan seperti melakukan pemukulan,” sambung Jimmy.

Kendati demikian, kasus ini belum ada kabarnya lagi setelah terkendala. Saat itu, polisi perlu izin dari hakim Tipikor untuk memeriksa saksi lain dalam kasus tersebut. (*)