Ngaku Korlap Lapangan, Aniaya Pekerja Pedagang, Dicari Polisi Lari Tak di Rumah

Ngaku Korlap Lapangan, Aniaya Pekerja Pedagang, Dicari Polisi Lari Tak di Rumah

ACEH SATU.COM [ ACEH TAMIANG – Seorang pemuda yang mengaku Kordinator lapangan (Korlap) pedagang, yang berjualan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) komplek perkantoran Bupati  Aceh Tamiang, Deni (36) warga Dusun Rukun Kampung Bundar Kecamsatan KarangBaru Kabupaten Aceh Tamiang di duga menganiaya pekerja pedagang makanan dan minuman, Sandi Pardana (23) pekerja pedagang makanan dan minuman    hingga mengeluarkan darah segar di hidung. Minggu (7/6/2020) sekira pukul 14.45 Wib.

Saat di cari anggota Polsek Karang Baru ke rumah, pelaku melarikan diri.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Iriawan SIK melalui Kapolsek Karang Baru, Iptu Tarmidi kepada Acehsatu.com, Senin (8/6/2020) mengatakan,  penganiyaan ini bermula, Minggu (7/6/20220) sekira pukul 14.45 Wib, di lokasi penjua

Saat itu korban sedang berjualan membuat jus pesanan pembeli dan tidak lama kemudian datang pelaku dengan menanyakan dan berkata kepada pelapor “Ini jualan siapa, tanya pelaku.

Kemudian dijawab korban, “Ini punya si Bije (pemilik lapak jualan),” lalu pelaku kembali bertanya, “Apa dia gak bisa lapor sama aku (sebagai korlap jualan di taman belakang kantor Bupati)” kemudian dijawab kembali oleh pelapor, “Abang ngomongnya santai aja jangan ngegas, ” jawab korban. Lalu dijawab kembali oleh pelaku, “Apa tadi kau bilang,” korban kemudian mnelpon majikannya pemilik lapak jualan.

Tidak lama, pelaku langsung memukul bagian hidung pelapor sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kanannya sehingga hidung korban mengeluarkan darah segar dari hidungnya.

“Atas perlakuan penganiayaan tersebut, korban melaporkannya kejadian ini Kepolsek Karang Baru untuk dilakukan pengusutan,” ujar Kapolsek dan menambahkan, pelaku juga sudah kita cari ke rumah namun tidak ada, sudah lari,” tambah Kapolsek.

Sementara pemilik lapak jualan, Juliadi kepada wartawan mengaku, beberapa waktu yang lalu dirinya juga pernah dipukul oleh pelaku dan  membuat laporan juga ke Polsek Karang Baru namun saat itu pelaku berjanji  tidak mengulangi lagi perbuatannya, sehingga kasusnya di damaikan aparat polisi dan Datok Penghulu Kampung.

“Sekarang malahan pekerja saya di pukuli, sehingga harus menjalani rawat inap di RSUD Tamiang,” ujarnya.

Juliadi juga mengaku ada menyetor uang setiap diminta oleh pelaku, begitu juga pedagang lainnya agar dibolehkan berjualan di RTH, namun jika barang-barang pedagang

Ia memohon agar polisi segera menangkap pelaku karena keberadaannya sangat meresahkan bagi kami sebagai pedagang di Taman. “Saya sudah sejak lama berjualan di taman dan memang ada lapak saya di lokasi itu,” ujarnya (*)