Nenek dan Cucu Nyaris Tertelan Bencana Tanah Longsor di Aceh Tamiang

Saat kejadian sang nenek sedang menidurkan cucunya di kamar belakang. Sementara keluarga lain sedang duduk di depan ruang tamu.
Nenek dan cucu nyaris tertimbun longsor di Aceh Tamiang
Material tanah longsor menghancurkan satu unit rumah semi permanen di Desa Rantau Pauh, Aceh Tamiang, Jumat (3/2/2023). HO-BPBD Aceh Tamiang

ACEHSATU.COM | Aceh Tamiang – Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Bukit Suling, Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Aceh menimpa Satu unit rumah semi permanen dan nyaris menelan dua orang korban berada didalam rumah.

“Ibu saya,¬†Rina Wati (51) dan anak saya Keysha umur 3 tahun nyaris tertimbun longsor. Di hari kejadian itu ibu saya baru saja merayakan ultah yang ke-51,” Ujar Ryone Pratama Halatu (26) di Rantau, Aceh Tamiang, Jumat, (3/2/2023).

Ryone Pratama sebagi orang tua dan anak korban menjelaskan, insiden tanah longsor terjadi pada Kamis (2/2) pukul 15.30 WIB.

Saat kejadian Rina Wati sedang menidurkan cucunya di kamar belakang. Sementara keluarga lain sadang duduk di depan ruang tamu.

“Tiba-tiba suara gemuruh terdengar, tidak sampai lima menit material tanah dan batu sudah menimbun rumah orang tua saya,” lanjut Ryone.

Menurutnya bongkahan tanah longsor jatuh dari tebing setinggi lebih kurang 40 meter langsung meluluhlantakkan setengah dari bangunan rumah semi permanen milik orang tuanya tersebut.

Pihak keluarga memperkirakan kerugian yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut mencapai puluhan juta meliputi kerusakan dapur dan kamar yang sudah rata dengan tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery melalui Kasi Kedaruratan Hamdani mengatakan pemilik rumah korban tanah longsor atas nama Iwan Firdian Halatu (55). Korban terdampak longsor sebanyak empat orang yang merupakan anggota satu keluarga.

“Tanah longsor menimbun satu dapur dan dua kamar. Kami mau kirim alat berat tidak ada akses jalan masuk, sehingga evakuasi tanah longsor dilakukan secara manual,” ujar Hamdani.

Sejauh ini belum diketahui penyebab bencana tanah longsor, karena musibah itu terjadi saat cuaca sedang cerah.

Dugaan sementara akibat musim penghujan dalam beberapa bulan terakhir menggerus kontur tanah bukit dan tebing jadi labil.

Namun petugas BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerusakan bangunan akibat longsor mencapai Rp40 juta.

Sebagai tindak lanjut sementara BPBD Aceh Tamiang telah memberikan bantuan logistik pangan berupa sembako dari Lumbung Sosial Kecamatan Rantau.

“Tim kami akan melakukan pemantauan langsung bersama Forkopincam dan berkoordinasi dengan dinas terkait bila ada potensi longsor susulan di wilayah itu,” demikian tutup Kasi Kedaruratan BPBD Aceh Tamiang Hamdani.