Nelayan Aceh yang Ditangkap di Thailand dalam Keadaan Sehat

Lembaga Panglima Laot (laut) Aceh telah menerima laporan dari Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla bahwa 32 nelayan Aceh yang tertangkap otoritas Thailand dalam keadaan sehat.
Nelayan Aceh
Lembaga Panglima Laot (laut) Aceh telah menerima laporan dari Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla bahwa 32 nelayan Aceh yang tertangkap otoritas Thailand dalam keadaan sehat.

Nelayan Aceh yang Ditangkap di Thailand dalam Keadaan Sehat

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Lembaga Panglima Laot (laut) Aceh telah menerima laporan dari Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla bahwa 32 nelayan Aceh yang tertangkap otoritas Thailand dalam keadaan sehat.  

“Terpantau sesuai laporan KJRI Songkhla WNI nelayan Aceh dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek, di Banda Aceh, Kamis.

Sebelumnya, KJRI di Songkhla menemui nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Thailand pada Senin (12/4) setelah menerima laporan adanya nelayan asal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur yang tertangkap tersebut.

Miftach mengatakan, berdasarkan informasi dari Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP RI, nelayan Aceh yang tertangkap di perairan Andaman 32 orang dari sebelumnya dilaporkan 34. Ternyata dua lainnya berhasil kabur.

“Mereka dua orang berhasil lari setelah kapal KM Rizki Laot disergap, kira-kira jaraknya 30 meter menggunakan perahu kecil, dan sudah sampai di Aceh,” ujarnya.

Nelayan Aceh
Lembaga Panglima Laot (laut) Aceh telah menerima laporan dari Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla bahwa 32 nelayan Aceh yang tertangkap otoritas Thailand dalam keadaan sehat.

Selain itu, kata Miftach, KJRI Songkhla juga telah mengantisipasi pelaksanaan pendampingan, bantuan logistik, dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan 32 nelayan tersebut.

“Mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang tahun naru Thailand dan masih berlakunya darurat COVID-19, KJRI kita telah mengantisipasinya,” kata Miftach.

Untuk diketahui, sebanyak 32 nelayan asal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena telah memasuki wilayah teritorial perairan laut negera tersebut.

Ke-32 nelayan tersebut merupakan awak Kapal Motor (KM) Rizky Laot, berukuran 60 gross tonage (GT).

Adapun 32 nelayan tersebut antara lain Abdul Halim sebagai nakhoda, serta anak buah kapal (ABK) yakni Ridwan Daud, Dian, Murdani, Nasruddin, Safrizal, Irwandi, Junaidi, Husaini, Ismail, Aris, Nurdin, Muliadi, Sayuti.

Kemudian, Abdul Anzit, Zainal Abidin, Junaidi, Abdul Halim, Munir, Hidayatullah, Zulkifli, Darkasyi, Maulana, Joni Iskandar, Boihaki, Muhammad, Jamian, Rusli, Raju Umar, Budi Setiawan, Maulidin dan Ramadhani.

Sementara dua nelayan yang berhasil melarikan diri dan sudah sampai kembali di Aceh yakni Faizal dan Abdurrahman. (*)