Nelayan Aceh di Thailand Dipulangkan, Karantina Selesai

Lembaga Panglima Laot Aceh menyatakan nelayan asal Sabang, Ade Elfikar (40) yang dipulangkan dari Thailand sudah selesai menjalani karantina COVID-19 di Wisma Atlet Jakrata, dan hari ini diterbangkan ke Aceh.
Nelayan Aceh di Thailand
Ilustrasi - Nelayan Aceh saat menjalani karantina mandiri COVID-19 di wisma atlet Jakarta. (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Lembaga Panglima Laot Aceh menyatakan nelayan asal Sabang, Ade Elfikar (40) yang dipulangkan dari Thailand sudah selesai menjalani karantina COVID-19 di Wisma Atlet Jakrata, dan hari ini diterbangkan ke Aceh.

“Insyaallah hari ini pukul 14.55 WIB nelayan atas nama Ade Elfikar tiba di bandara SIM (Sultan Iskandar Muda) Aceh Besar,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Tjut Adek, di Banda Aceh, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, Ade Elfikar harus menjalani karantina COVID-19 di Wisma Atlet Jakarta sebelum diberangkatkan ke Aceh. Hal itu dilakukan karena ia baru dipulangkan dari Thailand, dan mencegah penyebaran virus corona.

Setelah menjalani karantina selama tujuh hari, ia diizinkan tim kesehatan di Wisma Atlet keluar kemarin. Karena nelayan asal Sabang tersebut baru bisa dipulangkan hari ini.

Miftah menyampaikan, kepulangan Ade juga dijemput langsung oleh Panglima Laot Aceh, Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

(PSDKP), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh serta tim dari Dinas Sosial Aceh.

“Saat tiba di Aceh dia dibawa ke Dinas Sosial untuk serah terima dan selanjutnya baru dipulangkan sampai ke rumah di Sabang,” ujar Miftach.

Seperti diketahui, Nelayan asal Sabang, Aceh ini sebelumnya diselamatkan oleh kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) area 3 saat terapung di wilayah pulau Racha Selatan, pulau Phuket, Thailand.

Nelayan Aceh di Thailand
Ilustrasi – Nelayan Aceh saat menjalani karantina mandiri COVID-19 di wisma atlet Jakarta. (ANTARA/HO)

Nelayan Sabang tersebut terdampar ke Thailand karena mengalami kerusakan mesin, di mana piston kapal pecah dan selanjutnya kapal terbawa arus hingga kehilangan jejak dari kelompok nelayan lainnya, terombang-ambing di laut selama delapan hari sehingga tiba di wilayah pulau Racha sekitar 25.6 N selatan pulau Phuket Thailand.

Nelayan ini berangkat melaut dari Sabang untuk mencari ikan secara tradisional pada Minggu (6/6/2021) lalu, dan karena mengalami kerusakan mesin ia terdampar hingga ke Phuket Thailand, dan baru ditemukan pada Minggu (13/6/2021). (*)