Aceh Utara

Nek Ainsyah Dihabisi dengan Cara Dicekik Lalu Dimasukkan ke dalam Sumur

Akiong ditangkap di rumahnya di Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron pada Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Foto | Muhammad Furqan

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Polisi mengelar rekonstruksi perampokan dan pembunuhan sadis terhadap Nek Ainsyah (87) yang terjadi pada Jumat (22/12/2017) di Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syantalira Aron, Aceh Utara.

Nek Ainsyah (87) tewas di tangan Akiong dengan cara dicekik dan dimasukkan ke dalam sumur dengan kepala ke bawah.

Pantauan ACEHSATU.COM, aksi rekonstruksi digelar Kamis (11/1/2018) di rumah korban di Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syantalira Arom, Kabupaten Aceh Utara.

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Beberapa adegan awal dalam rekonstruksi ini diperankan oleh satu orang tersangka dan pemeran korban.

Mereka memeragakan adegan di dalam rumah korban seperti di sumur dan dalam kamar korban.

Dalam rekonstruksi tersebut, wajah pelaku terlihat jelas. Dia mengenakan baju tahanan dan tanpa dipakaikan penutup wajah.

Sebelumnya Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholidiansyah, mencari barang bukti yang dibuang korban di Syantalira Aron.

Akiong ditangkap di rumahnya di Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron pada Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 16.00 WIB

Iptu Rezki Kholidiansyah menyatakan, Akiong sebelumnya hanya mengaku mencuri dan tidak membunuh korban.

“Setelah diperiksa lebih lanjut, maka tersangka mengakui perbuatannya. Dia mengaku mencekik leher korban dari belakang, sebelum akhirnya dicebur ke sumur di dalam rumah tersebut,” katanya.

Dikatakan, Akiong datang ke rumah korban pada saat Ainsyah tinggal sendirian di rumahnya.

Sementara anaknya, melaksanakan Salat Jumat di sebuah masjid yang tidak begitu jauh dari lokasi.

Saat ditanyai korban, Akiong mengaku datang ke rumah tersebut hanya untuk membayar utang Rp 600 ribu pada anak korban. Karena sedang pergi ke masjid, maka tersangka dipersilakan menunggu.

Tidak lama kemudian, korban minta pinjam kamar mandi untuk buang air kecil.

Saat menunjukan kamar mandi ini, korban dicekik dari belakang dan langsung dicebur ke sumur hingga akhirnya perempuan lanjut usia ini meninggal dunia dalam kasus tersebut.

Waka Polres Aceh Utara Kompol Suwalto mengatakan, dalam rekonstruksi yang diperagakan ada 25 adegan, namum di adegan terakhir tidak sempat dilakukan karena ada sedikit terjadi kericuhan yang dilakukan oleh keluarga korban kepada kepada tersangka.

“Dalam rekonstruksi ini tersangka pertama melakukan perampokan sampai dengan membunuh korban dengan mencekik dan memasukkan dalam sumur,” katanya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top