Nazaruddin Dek Gam Apresiasi Kejari Pijay Dalam Program Pensertifikatan Tanah Wakaf

"Program itu disebut dengan Jaksa Save Tanah Wakaf. Ini program bagus dan langsung berdampak kepada masyarakat. Program seperti ini harus dicontoh semua kejaksaan negeri di Aceh,"
komisi III DPR RI
Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Nazaruddin Dek Gam Apresiasi Kejari Pijay Dalam Program Pensertifikatan Tanah wakaf.

Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam mendukung penuh percepatan proses pensertifikatan tanah wakaf dan mengapresiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Aceh dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi kinerja Kejari Pidie Jaya yang berhasil mempercepat proses persertifikat tanah wakaf,” kata Nazaruddin Dek Gam di Banda Aceh, Senin.

Nazaruddin Dek Gam mengatakan program sertifikat tanah wakaf itu diinisasi Kejari Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Oktario Hartawan Ahmad bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Agama

“Program itu disebut dengan Jaksa Save Tanah Wakaf. Ini program bagus dan langsung berdampak kepada masyarakat.

Program seperti ini harus dicontoh semua kejaksaan negeri di Aceh,” kata Nazaruddin Dek Gam.

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Aceh itu menyebutkan selama ini permasalahan tanah wakaf menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan.

Pasalnya, kepastian hukum terhadap tanah wakaf tersebut diperlukan agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. 

“Contohnya tanah yang diwakafkan untuk pesantren atau untuk masjid. Orang tua sudah mewakafkan tanah itu,

Namun ketika orang tuanya meninggal, dan tidak ada kekuatan hukum, tiba-tiba anaknya mengklaim itu tanah milik pribadi, dan belum diwakafkan. Ini kan jadi masalah,” ujar Nazaruddin Dek Gam. 

Oleh karena itu, politisi PAN itu menilai program yang dicanangkan Kejari Pidie Jaya merupakan program yang sangat bagus dan bermanfaat kepada semua masyarakat.

Apalagi program ini dalam rangka memberantas munculnya mafia tanah seperti yang dicanangkan Jaksa Agung. 

“Saya yakin munculnya program ini pasti karena keresahan Kajari Pijay atas banyaknya permasalahan ahli waris yang meminta tanah wakaf kembali ketika pemberi wakaf sudah meninggal dunia,” kata Nazaruddin Dek Gam. 

Menurut Nazaruddin Dek Gam, dengan adanya sertifikat atas tanah-tanah wakaf tersebut, potensi sengketa ataupun gugatan atas tanah wakaf bisa diminimalisir. Sebab, tanah wakaf sudah memiliki sertifikat.

“Sejak program ini diluncurkan, informasi yang saya terima sudah ada 450 hektare tanah wakaf bersertifikat, dan akan terus bertambah ke depannya,” kata Nazaruddin Dek Gam yang juga Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.