Musyawarah Pemkab Bireuen Bersama Masyarakat Pengarap Lahan Peternakan Capai Kesepakatan

Musyawarah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen dan masyarakat pengarap berasal dari Gampong Rantau Panyang dan Krueng Simpo, Kecamatan Juli, mengenai pembangunan kompleks pembibitan ternak, berlokasi di Rantau Panyang, Rabu (18/11/2020) pagi hingga siang, mencapai kesepakatan bersama.
Musyawarah Pemkab Bireuen Bersama Masyarakat Pengarap Lahan Peternakan
Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi didampingi pejabat terkait sedang menyampaikan arahannya, Rabu (18/11/2020). (Foto. Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM)

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Musyawarah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen dan masyarakat pengarap berasal dari Gampong Rantau Panyang dan Krueng Simpo, Kecamatan Juli, mengenai pembangunan kompleks pembibitan ternak, berlokasi di Rantau Panyang, Rabu (18/11/2020) pagi hingga siang, mencapai kesepakatan bersama.

Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH Msi saat dikonfirmasi ACEHSATU.COM menjelaskan. Hasil musyawarah digelar Bupati bersama Kajari M Junaedi SH MH, kepala dinas terkait, anggota DPRK dan masyarakat pengarap lahan, sudah adanya suatu kesepakatan.

Pemkab Bireuen memberi kesempatan bagi masyarakat memiliki tanaman dalam areal peternakan, ingin menggarap lahan dengan perjanjian sosial selama 5 tahun dan dapat dilanjutkan 5 tahun sesuai produktivitas tanamannya.

Kemudian, bagi masyarakat yang ingin pindah dari lahan tersebut, diberikan santunan. “Untuk besar kecilnya santunan akan diberikan sesuai dengan hasil dari penilaian tim terpadu nantinya” jelasnya.

“Saya berharap ini dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat sehingga bisa merasa puas, nyaman, tidak ada yang merasa dirugikan,” imbuh Bupati Muzakkar seraya mengatakan, areal peternakan itu juga akan dikembangkan menjadi lokasi agro wisata dan agro ekonomi pertanian.

Sebelumnya, Keuchik Rantau Panyang, Azhari, ditanyai Acehsatu.Com, sangat berterimakasih dan sangat bersyukur hasil musyawarah digelar dengan masyarakat petani di kompleks peternakan ini, sudah ada titik temu.

Dua pilihan yang diberikan Bupati Bireuen dapat diterima dengan senang hati oleh masyarakat, yaitu sebagian masyarakat pengarap memilih menggarap tanaman dimiliki dengan jangka waktu dan lainnya menerima santunan, jelas Keuchik.

Dibentuk Tim Terpadu

Sebelumnya Kajari Bireuen, M Junaedi SH MH diantaranya mengatakan, musyawarah dan mufakat bagian dari landasan kita bernegara. Dalam proses pembebasan lahan nanti perlu dibentuk satu tim terpadu melakukan verifikasi kembali.

“Saya harap masyarakat dapat mendukung pengembangan kawasan peternakan ini, dan bagi masyarakat pengarap nanti bisa diberikan santunan uang atau relokasi, dan harus memenuhi syarat sesuai ketentuan,” jelasnya.

Jangan Ada Yang Dirugikan.

Anggota DPRK Bireuen, T Mubarak mengatakan, bahwasanya dirinya selalu siap untuk menampung aspirasi dari pada masyarakat, juga berharap masyarakat agar mengikuti peraturan yang berlaku.

Dalam pertemuan itu, juga berterimakasih kepada Bupati Bireuen telah membuka ruang komunikasi tanpa batas, kepada masyarakat dalam musyawarah ini. “Kami di DPRK akan mengawasi dan berharap tidak ada yang dirugikan,” imbuhnya.

Pusat Pembibitan Sapi

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Liza Rozanna, dalam sambutannya menjelaskan bahwa, luas areal peternakan Pemkab Bireuen itu 66 hektare sudah bersertifikat, dan telah dibangun berbagai fasilitas.

Seperti kandang ternak, pos kesehatan hewan, gedung pertemuan dan pelatihan, gudang pakan, hijauan pakan ternak yang telah ditanam 3 hektare, di tahun 2020 memperoleh dana Otsus Aceh bangun pagar areal, dan tempat perkawinan sapi dan pengemukan sapi.

“Dilokasi ini ada 50 ekor sapi betina jenis Brahman Cros dan ke depan melakukan pengadaan sapi jantan, untuk memacu perkembangan sapi yang ada di lokasi ini,” jelasnya.

Terkait dengan didalam areal Peternakan ini ada tanaman milik masyarat pengarap, sebelumnya telah duduk musyawarah dengan keuchik dan warga sehingga hari ini musyawarah bersama dengan Bupati Bireuen, Kajari dan pejabat terkait.

“Sebagaimana rencana ke depan kita juga akan mengembangkan kawasan ini jadi pusat pembibitan dan kawasan argo wisata dilengkapi permainan anak-anak dan waduk dalam areal ini dijadikan lokasi pemancingan,” jelasnya. (*)