Muslim Jadi Tersangka Kasus Fitnah, Pencemaran dan Pengancaman Walikota Langsa

Penetapan status tersangka Muslim disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy kepada ACEHSATU.com, Senin (27/9/2021).
Muslim Jadi Tersangka
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. Foto ANTARA.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Muslim alias Cut Lim telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan melakukan fitnah, pencemaran, dan pengancaman terhadap Walikota Langsa, Usman Abdullah.

Penetapan status tersangka Muslim disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy kepada ACEHSATU.com, Senin (27/9/2021).

Dikatakan, penetapan status tersangka dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Aceh pada Kamis (23/9/2021).

“Senin hari ini sudah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dalam  perkara fitnah, pencemaran dan pengancaman sebagaimana bunyi pasal yang terapkan ps.310 KUHP, ps.311 KUHP dan ps.369 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” kata Kombes Pol Winardy.

Ditambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan JPU dan segera melakukan pengiriman berkas perkara.

Sebelumnya diberitakan, Walikota Langsa, Usman Abdullah SE akhirnya melaporkan Muslim SE, Ketua LSM di Langsa ke Polda Aceh, Rabu (18/8/2021).

Pelaporan itu terkait dugaan menebar berita fitnah, mencemarkan nama baiknya dan melakukan pengancaman.

Walikota Langsa, Usman Abdullah kepada ACEHSATU.com, Rabu sore mengatakan, ia terpaksa menempuh jalur hukum dengan melaporkan Muslim ke Polda Aceh atas fitnah yang disebarkannya.

“Saya tidak merasa melakukan hal tersebut. Saya dan keluarga merasa sangat dirugikan dengan berita fitnah itu,” kata pria kerap disapa Toke Seuem.

Walikota Langsa
Surat lapor Walikota Langsa kepada Muslim. Dok. HO/ACEHSATU.com

Menurutnya, meski merasa tidak melakukan hal tersebut, Ia akan tetap menghormati prosedur hukum.

“Saya menghormati prosedur serta proses hukum yang berlaku di negara kita ini,” ujarnya.

Dia juga mengaku setelah menimbang-nimbang terkait kasus ini, maka tidak ada jalain lain kecuali mengambil langkah hukum.

“Dengan segala hormat, mari bersama-sama kita hormati prosedur hukum yang berlaku dan mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ujarnya.

Selanjutnya Usman Abdullah juga mengungkapkan, apa yang dilakukan Muslim sudah melewati batas dan ini harus diselesaikan secara hukum.

Menyebarkan berita fitnah ke depan publik merupakan kejahatan yang harus diusut tuntas dan melanggar UU ITE.

Apalagi, dalam persoalan itu ada unsur pengancaman.

“Ini perbuatan fitnah yang amat keji dan tidak dapat diterima,  karena sudah menjatuhkan harga diri saya dan nama baik keluarga di hadapan publik,” ujar Usman Abdullah.

Ditambahkan, pemberitaan tentang mesum dirinya juga sudah mencuat di Langsa.

Dia malah menduga ada pihak yang ingin membuat namanya menjadi buruk.

Selanjutnya pihaknya meminta pihak kepolisian untuk mengusut siapa saja yang terlibat dalam kasus fitnah ini. Dan siapa pun yang terlibat agar diberikan ganjaran hukum yang setimpal.

Pengakuan Wanita AI

Seorang wanita berinisial AI, mengklarifikasi tuduhan bahwa dirinya bermesum dengan Walikota Langsa, Usman Abdullah seperti yang diberitakan oleh salah satu media online.

Dalam sebuah jumpa pers di sebuah kafe di Banda Aceh, Rabu (18/8/2021), AI mengklarifikasi pemberitaan yang muncul di salah satu media online dan menyebut berita itu tidak benar dan juga sebagai fitnah yang sangat keji.

IA juga meminta media tersebut mencabut berita fitnah tersebut.

Dalam pernyataannya, AI mengaku sangat trauma dengan berita fitnah tersebut

Ia meminta maaf kepada Walikota Langsa beserta keluarganya dan juga meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Langsa.

Wanita ini juga mengaku bersedia menjadi saksi kapanpun dan dimanapun.

Akibat berita fitnah tersebut, IA saat ini sedang sangat tertekan karena telah membuat tercemar nama baik dirinya dan keluarganya.

Mesum Walikota Langsa
AI saat memberi penjelasan kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (18/8/2021). Foto ACEHSATU.com/Azwar Salem

Berikut pernyataan AI, yang dibacakan di depan sejumlah wartawan:

Saya Nuraina (AI) di sini menyatakan dengan sesungguhnya.

Sehubungan dengan berita beberapa media online tentang pelecehan seksual yang dilakukan Bapak Walikota Langsa kepada saya.

Dalam hal ini saya menyatakan bahwa itu tidak benar sama sekali, melainkan itu adalah fitnah kepada Bapak Walikota Langsa dan kepada saya.

Adapun hal tersebut sangat menyimpang dari persoalan yang sebenarnya.

Dalam hal ini saya memohon maaf kepada Bapak Walikota Langsa beserta keluarganya dan juga kepada seluruh masyarakat  Kota Langsa.

Jika keterangan saya diperlukan, saya bersedia menjadi saksi kapan saja dan dimana saja.

Demikian pernyataan saya. Terima kasih. (*)