Musisi Aceh Ramaikan Belantara Industri Musik Nasional

Lagu Batas Mimpi merupakan lagu cinta dengan genre musik pop balada yang diciptakan oleh Zeffan.
Musisi Aceh
Zeffan. Foto Istimewa

Musisi Aceh Ramaikan Belantara Industri Musik Nasional

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Zeffan, musisi Aceh, kelahiran 3 Februari ini kembali mencoba keberuntungannya di dunia musik.

Ia sempat mencuri perhatian pecinta musik Indonesia lewat  lagu karyanya sendiri, Mengajak Pacaran yang dirilis oleh Nagaswara.

Keinginan untuk mengulangi kesuksesan terhadap masa lalu, membuat Zeffan memberanikan diri untuk menjadi produser untuk albumnya sendiri. Album ini diberi nama Zeffan dengan lagu andalanya, Batas Mimpi.

Untuk mewujudkan impiannya tersebut Zeffan menggandeng komposer Robert Coky Manurung sebagai music director nya.

“Saya dan pak Coky sudah lama bekerja sama. Jadi pak Coky sudah hafal benar dengan kemampuan vokal saya dan musik yang saya inginkan,” jelas Zeffan.

Lagu Batas Mimpi merupakan lagu cinta dengan genre musik pop balada yang diciptakan oleh Zeffan.

“Saya masih percaya kalau lagu yang bertemakan romantis dan percintaan masih disukai oleh pecinta pop musik Indonesia,” ujarnya kembali. Syair yang Zeffan buat sederhana dan mudah dicerna oleh pecinta musik pop Indonesia.

Dunia musik bagi Zeffan sudah mendarah daging hingga ia memberanikan diri untuk membuat bendera produksi musiknyadengan nama “Fantrome Music Production”.

“Berusaha mandiri untuk memproduseri semua karya saya. Mungkin masih level UMKM tapi ini merupakan jerih payah saya dalam bermusik,” jelas Zeffan.

Putra Kelahiran Banda Aceh ini, tidak akan lupa akan tanah kelahirannya. Ia telah membuat beberapa lagu berbahasa Aceh.  Ada lagu karyanya yang khusus dibuat untuk mengenang peristiwa Tsunami Aceh,

“Memory of Tsunami” serta lagu tentang konflik bersenjata antara GAM dengan Pemerintah Indonesia diberi judul Dame Nangroe. Tidakl ketinggalan lagu bertemakan cinta Munajat Gaseh.

“Biar bagaimanapun sebagai anak Aceh. Saya tidak akan lupa akan tanah kelahiran saya maka saya menciptakan lagu-lagu berbahasa Aceh.”

“Saya menciptakan lagu Memory of Tsunami karena banyak suadara saya yang menjadi korban dan duka mendalam bagi pribadi saya,”ujar Zeffan. Lagu ini sempat menjadi tema acara di stasiun teve Nasional.

Sedangkan lagu Dame Nangroe merupakan ungkapan syukur saya atas perjanjian Damai Helsinki antara GAM dan Pemerintah Indonesia, lanjut Zeffan.

“Jangan ada lagi konflik bersenjata biar masyarakat merasakan damai di Aceh,” jelasnya kembali.

Zeffan yang berlatih vokal dengan Bertha dan Charles Nasution ini dari merekalah kemampuan musikalisasinya tergali.

“Saya dilatih dengan keras selain untuk vokal tapi juga dalam musikalisasi. Saya tidak hanya bisa menyanyi lagu yang pop tapi bisa menyanyikan lagu dangdut, melayu dan etnic,” ungkapnya.

Bahkan dirinya telah membuat beberapa lagu dangdut dan melayu.

Kembali ke album terbaru Zeffan dengan lagu andalannya “Batas Mimpi” bagi penggemar musik pop Indonesia bisa melihatnya di link Youtube, Digital Music Stores Itunes. Spotify dan Joox. (*)

Sumber: industry.co.id