oleh

Munawar SH, Mantan Camat Peudada dan Pang Sagoe GAM Ini Ingin Melanjutkan Program yang Tertunda

-Haba Caleg-91 views

Dapil V Peudada, Peulimbang dan Jeunib

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Munawar SH bukanlah wajah baru bagi kalangan masyarakat Dapil V (Peudada, Peulimbang dan Jeunib).’

Selain aktif di GAM pada tahun 1977 ia juga sebagai Pengawai Negeri Sipil.

Saat Aceh berkecamuk perang pada tahun 1996 membuat Munawar SH hijrah dari PNS lari berjuang bersama GAM ke hutan belantara Peudada.

Selama di hutan, Munawar berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dan itu menjadi makanan sehari-hari bagi Munawar.

Kehidupan mewah yang sudah berstatus sebagai PNS rela ia tinggalkan demi membela marwah martabat bangsa Aceh.

Munawar SH

Selama di GAM Munawar SH menjabat sebagai Panglima Sagoe, Sagoe Teungku Meurhom Muda.

Saat di hutan, Munawar aktif bersama petinggi GAM Wilayah Batee Iliek Tgk Batee, Darwis Jeunib almahrum Jampok dan Madonan.

Perjalanan Munawar SH dari pahit menjadi manis.

Tahun 2005 saat Aceh mulai damai dengan Pemerintah Republik Indonesia, Munawar aktif kembali sebagai Aparatur Sipil Negara.

Tahun 2009 Munawar dilantik menjadi Camat oleh Bupati Bireuen Nurdin Abdurahman.

Membangun daerah kelahiran adalah cita-cita Munawar sejak lahir.

“Saya ingin melanjutkan program yang tertunda. Selama saya menjadi Camat Peudada, ruang gerak saya seolah-olah dibatasi. Kalau anggota DPRK kita ruang lingkup untuk membantu masyarakat luas,” kata Munawar SH, Kamis (14/2/2019).

Munawar SH saat bersama mantan Bupati Bireuen dan Gubernur Irwandi.

Selama aktif sebagai Camat Peudada mulai 2009 sampai 2012, jebolan Fakultas Hukum Unsyiah ini telah berbuat banyak untuk masyarakat Peudada.

Diantaranya ialah berdirinya Bendungan Aneuk Gajah Rhot, Pembangunan PPI Peudada, Pengerukan Waduk Paya Laot, Pembangunan lokasi Translok, pembukaan jalan usaha tani bagi masyarakat yang berkebun.

“Itu semua saya yang usul program, saya lobi sama Bang Wandi Gubernur Aceh waktu itu untuk Peudada,”kata Caleg DPRK Bireuen Dapil V nomor urut 5 bermoto”kaleuh tapeubut baroe tapeugah”.

Jika terpilih Munawar ingin sebagai penghubung masyarakat selain Peudada juga sebagai penghubung masyarakat Peulimbang dan Jeunib.

Ia merasa sedih melihat perkembangan pembangunan tiga kecamatan ini. Seolah-olah minim diperhatikan.

“Banyak potensi pertanian, perkebunan dan perikanan yang belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah,” kata Munawar SH.

Pun demikian Munawar tetap optimis membangun tiga kecamatan ini jika ia diberikan amanah oleh masyarakat Dapil V. (*/adv)

Komentar

Indeks Berita