Mulai September, Pelajar Perempuan di Aceh Diberi Vitamin, Ini Tujuannya

"GISA adalah ikhtiar kita menekan dan menangani stunting serta melindungi bumil, sebagai upaya kita membentuk generasi Aceh yang sehat" Sekda Aceh Taqwallah
vitamin
Sekda Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, didampingi Kadisdik Aceh, Drs.Alhudri, MM dan Kadinkes Aceh, dr. Hanif, serta dewan guru, memberikan arahan tentang Program Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) usai mengikuti kegiatan Zikir dan Doa bersama Pemerintah Aceh secara virtual, di SMAN 15 Adidarma, Banda Aceh, Selasa (23/8/2022). acehsatu.com/humas

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH –  Mulai September 2022, Pemerintah Aceh akan memberikan vitamin penambahan darah untuk pelajar perempuan  penambah darah  sebagai upaya menekan angka stunting dan percepatan imunisasi di Aceh.

Pemberian vitamian tambah darah tersebut diberikan satu tablet setipa minggunya selama 52 minggu.Program tersebut sebagai bentuk upaya sekolah mendukung dan menyukseskan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) yang akan bergulir mulai 1 September mendatang.

Hal ini disampaikan, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, usai pelaksanaan zikir dan doa bersama yang diikuti seluruh jajaran ASN Aceh di Banda Aceh. Selasa (23/08/2022)

Pada kesempatan tersebut, Taqwallah mengajak jajaran Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan pihak sekolah untuk mendukung dan menyukseskan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA)  yang bergulir September mendatang.

Baca : Bupati : Orang tua Tidak Perduli Dengan Pertumbuhan Anak Stunting

“Program tersebut sebagai upaya menekan angka stunting dan percepatan imunisasi di Aceh, serta menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN), Untuk suksesnya GISA, kami mengajak seluruh SKPA dan pihak sekolah mendukung kegiatan ini,” ujar Sekda.

Menurut Taqwallah, sejauh ini capaian imunisasi anak di Aceh terhitung sangat mengkhawatirkan atau tepatnya masih rendah.

“Mulai 1 September, seluruh pelajar perempuan akan kita beri vitamin penambah darah dan itu akan berlangsung selama 52 minggu, per minggunya 1 tablet. Selain itu, kita juga akan melakukan screening anemia,” lanjut Sekda.

Sekda mengingatkan kepada para Kepala SKPA dan jajaran untuk serius pada pelaksanaan GISA agar generasi masa depan Aceh benar-benar generasi yang sehat dan berprestasi.

Baca : Dinkes Aceh Utara Lakukan Pengukuran dan Publikasi Data Anak Stunting

 “Jika kita semua merasa penting meninggalkan generasi Aceh yang sehat di masa mendatang, maka GISA harus sukses. Oleh karena itu, mari kita laksanakan GISA dengan penuh tanggungjawab,” imbau Sekda.

27.667 anak Aceh Alami Stunting

vitamin
Sekda Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, didampingi Kadisdik Aceh, Drs.Alhudri, MM dan Kadinkes Aceh, dr. Hanif, serta dewan guru, memberikan arahan tentang Program Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) usai mengikuti kegiatan Zikir dan Doa bersama Pemerintah Aceh secara virtual, di SMAN 15 Adidarma, Banda Aceh, Selasa (23/8/2022). acehsatu.com/humas

Kekhawatiran Sekda Aceh, Taqwallah bukan tanpa alasan, karena berdasarkan data yang ada, saat ini sebanyak 27,667 anak Aceh mengalami stunting dan 3.421 ibu hamil terindikasi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Untuk kesuksesan GISA, Pemerintah Aceh melibatkan Pemda di 23 kabupaten/kota, aparatur di 6.497 gampong, 290 kecamatan, 361 jaringan kesehatan di seluruh Aceh serta para ASN Pemerintahan Aceh.

Baca : Pemkab Bireuen Gelar Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting

“Apa yang kita lakukan ini adalah ikhtiar. GISA adalah ikhtiar kita menekan dan menangani stunting serta melindungi bumil, sebagai upaya kita membentuk generasi Aceh yang sehat. Selain itu, do’a juga harus terus kita panjatkan, agar Allah membantu kita menyukseskan niat mulia ini,” imbuh Sekda.

Untuk diketahui bersama, GISA akan mensosialisasikan dan memacu pelaksanaan 7 imunisasi dasar pada anak, yaitu imunisasi Hbo, BCG, OPV, IPV, DPT-HepB-HiB, MR dan PCV, serta 10 upaya intervensi stunting.

Kesepuluh upaya intervensi stunting tersebut adalah pemberian tablet tambah darah dan screening anemia pada remaja.

 Kepada ibu hamil, GISA akan melakukan pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil KEK.

Sedangkan untuk balita, GISA mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan berprotein hewani bagi bayi dua tahun, tata laksana balita dengan masalah gizi serta peningkatan dan percepatan cakupan perluasan jenis imunisasi (*)