Mulai Diminati, Brasil juga Akan Produksi Vaksin Corona Buatan Rusia

Sputnik V
Vaksin Corona buatan Rusia, Sputnik V. | Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr

ACEHSATU.COM | BRASILIA – Vaksin Coronavirus Disease (Covid-19) buatan Rusia, Sputnik V, mulai diminati pasar. Sebuah institut teknologi asal Brasil menyatakan akan ketertarikannya memproduksi vaksin Corona tersebut.

Bahkan institut tersebut dilaporkan telah melakukan MoU dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

Dengan begitu, Rusia tak lagi sendiri memproduksi sendiri vaksin corona pertama di dunia yang diregistrasi itu. Sebelumnya Presiden Rusia, Validimir Putin menjamin bahwa vaksin buatan negaranya akan efektif mengobati virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China itu.

Institut teknologi Brasil menyatakan akan ikut memproduksi vaksin COVID-19 buatan Rusia, Sputnik V, yang dianggap kontroversial.

Produksi massal vaksin Corona buatan Rusia di Brasil akan dimulai pada paruh kedua tahun 2021 mendatang.

Malnsir detikcom dari Reuters, Kamis (13/8/2020), hal itu disampaikan ke publik setelah Institut Teknologi Parana atau Tecpar, yang ada di negara bagian Parana, menandatangani MoU dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) soal produksi vaksin Corona itu.

Pihak Tecpar menyatakan pihaknya mungkin akan mengimpor vaksin lebih awal dari masa produksi, jika regulator kesehatan federal Brasil, Anvisa, mengizinkan.

RDIF, dalam sebuah pernyataan dari Moskow, menyatakan bahwa tujuan dari perjanjian kerja sama itu adalah ‘mengatur produksi vaksin Sputnik V dan distribusinya di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya’.

Otoritas Rusia diketahui membanggakan vaksin Sputnik V sebagai vaksin Corona pertama di dunia yang terdaftar secara resmi.

Ragu Vaksin Aman

Sementara sejumlah pakar menyatakan keraguan terkait keamanan vaksin buatan Rusia yang akan dilepas ke publik, sementara perusahaan farmasi lainnya masih melakukan uji coba massal.

Pakar kesehatan Brasil dan mantan pejabat regulasi senior juga mengungkapkan kekhawatiran yang sama soal keamanan vaksin buatan Rusia.

Sputnik V disebut belum lolos uji coba massal yang wajib dilakukan sebelum vaksin diproduksi dan dilepas ke masyarakat.

Dalam konferensi pers, Direktur Tecpar, Jorge Callado, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu Rusia mengirimkan hasil uji coba vaksin fase 1 dan fase 2.

Dia juga menekankan pihak Tecpar memahami bahwa Rusia masih melakukan uji coba fase 3.

Ditambahkan Callado bahwa Tecpar kemungkinan akan berpartisipasi dalam uji coba fase 3, jika mendapat izin dari Anvisa.

Duta Besar Rusia, Sergey Akopov, di Brasilisia saat videoconference penandatanganan MoU, menyatakan bahwa tujuan kemitraan dengan negara bagian Parana adalah untuk ‘saling membantu dalam mengembangkan, menguji coba dan pada akhirnya memproduksi vaksin’.

Brasil diketahui terlibat dalam uji coba sejumlah kandidat vaksin Corona buatan negara lain. Kementerian Kesehatan Brasil, pada Rabu (12/8/2020) waktu setempat, menyatakan kemungkinan pihaknya akan membeli lebih dari 100 juta dosis vaksin yang sudah direncanakan dari AstraZeneca.

Pengumuman tersebut disiarkan setelah otoritas Brasil mengizinkan pengujian dosis kuat vaksin, yang apabila sukses akan membutuhkan dua kali lipat dosis untuk jumlah orang yang sama. (*)