Mulai dari Taman Hingga Perekonomian, Tawaran Kemakmuran di Kota Gemilang

Oleh: Dr. Zainuddin, SE.,M.Si.

ACEHSATU.COM – Kata kunci kesuksesan pasangan Wali Kota H. Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota H. Zainal Arifin adalah ada pada idiom yang dicetuskannya pada masa kampanye tiga tahun lalu yaitu “gemilang”.

Kata gemilang ini mengandung makna super sekali untuk seluruh dimensi kehidupan yang harus diwujudkan pada sebuah kota metropolitan seperti Kota Banda Aceh.

Secara berlahan namun pasti kini sudah mengarah kepada tatanan kehidupan kota gemilang.

Namun sebelumnya, mari kita pahami terlebih dahulu makna sederhana dan makna secara luas kata ‘gemilang’.

Secara sederhana gemilang dapat maknai sebagai kehidupan masyarakat kota relatif serba mencukupi serta kondisi kota yang asri dan penuh kedamaian.

Sedang secara luas kata gemilang itu dapat diartikan sebuah kota disamping seperti makna sederhana ditambah dengan kota yang perkembangan teknologi dan inovatif serta kehidupan masyarakat menuju level maju meliputi semua pranata sosial.

Bila kita melihat perkembangan sekarang ini kota Banda Aceh sedang menuju gemilang terutama pada level akuntabiltas administrasi finansial penyelenggara pemerintahan yang ditandai dengan diterima laporan pertanggungjawaban keuangan secara berturut-turut dengan  opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Hal ini menandakan bahwa secara akuntabilitas publik mengenai administrasi pemerintahan kota Banda Aceh sudah berjalan sesuai dengan role of law dan patut untuk dibanggakan.

Begitu juga dengan peremajaan taman-taman kota sudah mulai terlihat adanya peremajaan. Dimana, taman sudah dilakukan penghijauan kembali dan terlihat adanya bunga-bunga yang sudah diganti dengan yang baru.

Petugas kebersihan bekerja keras melakukan tugas dengan jemput bola ke rumah-rumah warga kota Banda Aceh.

Dan memang sudah semestinya kota yang menawarkan jasa (tesier) harus sangat ditekankan pada kebersihan lingkungan yang merupakan suatu indikator utama kehidupan masyarakat kota maju.

Pengembangan sentra bisnis dalam hal ini perluasan infrastruktur pasar pun sudah dan sedang dilakukan, seperti pemindahan pedagang ikan dan turunannya dari Peunayong ke pasar Lamdinging bahkan dengan nama baru yakni “Pasar Gemilang Lamdingin”.

Pasar gemilang tersebut terlihat sangat teratur dan penuh keadilan peruntukannya kepada para eks pedagang Peunayong dan para masyarakat sekitarnya.

Pasar tersebut dari kejauhan terlihat sangan megah dan mencerminkan nilai sebuah infrastruktur yang menjadi idaman sebuah kota metropolitan.

Terlihat juga adanya dampak positif dari sisi kepemimpinan pada pertumbuhan ekonomi. Semenjak pasangan Aminullah-Zainal menjabat tren ekonomi meningkat. Seperti terlihat pada gambar berikut ini:

Sumber : www.bps.go.id kota Banda Aceh

Grafik tersebut memperlihatkan bahwa ada kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 3,39 persen pada tahun 2017 menjadi 4,49 persen pada tahun 2018.

Maknanya ada dampak spilover positif yang terjadi dari pasangan dengan idiom gemilang di awal kepemimpinan, namun terkoreksi sedikit hanya sebesar 0,31 persen pada tahun 2019 dan ini masih tergolong baik untuk Kota Banda Aceh.

Mungkin langkah mempercepat menuju gemilang adalah dengan cara menjadikan bisnis sentral pertokoan Pasar Aceh khususnya dengan tidak diizinkan jalan untuk dijadikan tempat dagangan, agar pusat pasar yang menjadi tujuan belanja masyarakat sekitar bisa mendapatkan value lebih terhadap ketentraman.

Kemudian mengefektifkan pengawasan pada pusat-pusat kuliner untuk menjamin kualitas dan kebersihan agar menarik minat pengunjung melalui promosi dari mulut ke mulut, baik lokal maupun nasional serta  internasional.

Dan barangkali bisa dilakukan pembinaan tentang bisa memproduksi kerajinan/bordir khas sebagai oleh-oleh yang bissa dibawa pulang oleh pelancong sehingga Banda Aceh benar-benar menjadi daerah tujuan wisata islami di kawasan Asia Tenggara.

Kemudian jangan lupa juga untuk memugar kembali atau merawat situs-situs bersejarah karena itu merupakan bagian dari alasan utama pelancong datang ke daerah Serambi Mekah ini.

Masih banyak lagi lainnya yang bisa ditampilkan untuk menunjukkan Banda Aceh sudah berada dijalur ‘Gemilang.’

Kemajuan ini perlu kiranya terus didukung oleh seluruh warga kota secara konsisten pada kepemimpinan H. Aminullah Usman agar istiqamah membawa Banda Aceh pada puncak kegemilangan.

Mengakhiri tulisan ini yang merupakan perwakilan suara rakyat yang mengapresiasi kinerja pemimpin kota Banda Aceh, terus lah bekerja berbuat dengan ketulusan tinggi dan semata-mata berorientasi pada kemakmuran rakyat. “Banda Aceh gemilang menuju rakyat sejahtera.” Amiin. (*)

(Penulis Adalah Warga Kota Banda Aceh, Dosen Fakultas Ekonomi USM Aceh)