Mukim di Kutablang Sebar Bibit Ikan Nila di Paya Nie

Menebar benih ikan Nila adalah salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi rawa Payanie sebagai tempat habitat ikan air tawar sebagaimana mestinya.
Pendeklarasian Qanun Habitat Ikan Air Tawar Dengan Menebar Benih Ikan Nila di Rawa Paya Nie Kuta Blang
Kepala Mukim Tgk Chik Dimanyang, Saed Fahrurrazi beserta beberapa anggotanya dan juga ditemani oleh komunitas pemerhati lingkungan lokal setempat menebar benih ikan nila

ACEHSATU.COM | Bireuen – Pemerintah Mukim Teungku Chik Dimanyang bersama sejumlah komunitas peduli lingkungan menebar benih ikan nila di rawa Paya Nie, Kutablang, Senin (15/8/2022)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan kawasan Paya Nie oleh masyarakat adat.

Sebelumnya, Pemerintahan Mukim di Kecamatan Kutablang terdiri dari Mukim Teungku Chik Dimanyang dan Mukim Teungku Chik Umar mengeluarkan aturan larangan berburu burung di dalam ekosistem rawa Paya Nie.

Aturan tersebut ditetapkan pada 5 Juni 2022, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Kantor Aceh Wetland Foundation di Gampong Blangme, Kutablang, Bireuen.

Kegiatan tersebut digelar oleh Aceh Wetland Foundation bekerja sama dengan LSM Selamatkan Hutan Hujan – yang fokus pada penguatan komunitas adat di seluruh kawasan hutan hujan di seluruh dunia.

Imum Mukim Teungku Chik Dimanyang, Said Fakhrurazi mengatakan, kegiatan sebar bibit ikan air tawar tersebut merupakan bagian sosialisasi aturan perlindungan habitat satwa liar dan juga habitat ikan air tawar di daerah rawa Paya Nie.

“Hari ini kami beserta beberapa anggota dan juga ditemani oleh komunitas pemerhati lingkungan lokal setempat, menebar benih ikan Nila di beberapa titik dalam kawasan rawa Payanie,” kata Said Fakhrurazi.

Kegiatan tersebut menurut Mukim Yon, begitu sapaan akrab Imum Mukim Teungku Chik Dimanyang, adalah salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi rawa Payanie sebagai tempat habitat ikan air tawar sebagaimana mestinya.

Dikatakan, aksi ini juga untuk menambah populasi jumlah ikan air tawar di rawa ini yang jumlahnya menurun drastis akibat dari perburuan yang tidak ramah lingkungan.

“Masih ada aktivitas pengambilan ikan menggunakan setrum yang membuat bibit ikan ikut mati,” katanya.

Sehingga, kondisi itu menyebabkan populasi ikan endemik kian berkurang serta sulit mendapatkan ikan dalam ukuran besar di Paya Nie.

Mukim Yon juga berharap dengan adanya penebaran benih ikan Nila ini ke depannya masyarakat sekitar bisa menikmati hasilnya.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberi edukasi tentang pentingnya menjaga habitat satwa dan juga populasi ikan air tawar di Payanie pada masa yang akan datang.