Mukim di Kutablang Godok Kesepakatan Adat Terkait Perlindungan Paya Nie

Kegiatan itu bertujuan untuk menyusun naskah rencana kesepakatan adat terkait dengan perlindungan Paya Nie sebagai Kawasan Lintasan Satwa diprakarsai AWF di Camp Uten, di Gampong Blangme, Sabtu 12/12/2020.
Mukim di Kutablang
Aparatur Mukim Tgk Dimanyang dan Mukim Tgk Chik Umar dan sejumlah keuchik di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen berdikusi soal perlindungan kawasan gambut Paya Nie. Foto Dok. AWF

Mukim di Kutablang Godok Kesepakatan Adat Terkait Perlindungan Paya Nie

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Mukim di Kutablang mulai menyusun kesepakatan adat terkait perlindungan kawasan rawa gambut Paya Nie.

Penyusunan dilakukan dan didampingi Aceh Wetland Foundation (AWF) dengan menggelar diskusi bersama para pemangku adat (Mukim) dan para keuchik di sejumlah gampong kawasan rawa gambut Paya Nie.

Kegiatan itu bertujuan untuk menyusun naskah rencana kesepakatan adat terkait dengan perlindungan Paya Nie sebagai Kawasan Lintasan Satwa diprakarsai AWF di Camp Uten, di Gampong Blangme, Sabtu 12/12/2020.

Mukim yang terlibat adalah Mukim Tgk Dimanyang dan Mukim Tgk Chik Umar di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Ketua Panitia, Tgk Basri Ibahim mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya menjaga kelestarian rawa gambut Paya Nie sebagai habitat satwa yang dilindungi.

“Rawa Gambut Paya Nie menjadi rumah bagi burung air dan juga habitat ikan air tawar,” katanya.

Karenanya, dibutuhkan perlindungan dan pengelolaan yang berkesinambungan untuk menjamin keberlangsungan siklus mata rantai kehidupan di rawa gambut.

“Melalui diskusi ini kami berharap ada kesepakatan yang lahir di antara dua mukim dan juga para keuchik di kawasan ini,” katanya.

Sementara itu, Imuem Mukim Mukim Tgk Dimanyang, Said Fakhrurrazi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan draf rencana kesepakatan dua mukim untuk perlindungan Paya Nie.

“Dengan amanah undang-undang dan qanun Aceh, mukim sudah seharusnya bisa mengelola kawasan hutan, karena mukim selama ini sangat termarginalkan,” kata Said Fakhrurrazi.

Dengan adanya kesepakatan adat ini, kata Said Fakhrurrazi, menjadi langkah awal meningkatkan peran mukim di masyarakat.

Mukim di Kutablang
Aparatur Mukim Tgk Dimanyang dan Mukim Tgk Chik Umar dan sejumlah keuchik di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen berdikusi soal perlindungan kawasan gambut Paya Nie. Foto Dok. AWF

Keuchik Buket Dalam, Amiruddin menyatakan mendukung lahirnya kesepakatan adat  Mukim Tgk Dimanyang dan Mukim Tgk Chik Umar.

“Kesepakatan ini akan membantu menjaga pengambilan ikan menggunakan racun dan setrum, sehingga bibit ikan akan bisa kembali banyak di Paya Nie,” kata Keuchik Amiruddin.

Direktur AWF, Yusmadi Yusuf mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bagian upaya perlindungan kawasan rawa gambut Paya Nie.

AWF akan komit mendampingi Mukim Tgk Mukim Tgk Dimanyang dan Mukim Tgk Chik Umar untuk menyelesaikan proses kesepakatan ini sampai pengesahan. (*)