Mualem Melayat ke Kediaman Almarhum Abu Kruet Lintang

Ketua Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh (KPA/PA) Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem berkunjung ke rumah duka almarhum Tgk H Abdullah bin Tgk Abdul Rasyid yang dikenal dengan panggilan Abu Lah di Kruet Lintang.
Almarhum Abu Kruet Lintang
Mualem (dua kanan) berbincang dengan Tgk Ihsani ketika melayat ke rumah almarhum Abu Lah di Kruet Lintang, Peureulak Timur, Aceh Timur, Minggu (9/5/2021). Antara Aceh/Hayaturrahmah

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Ketua Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh (KPA/PA) Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem berkunjung ke rumah duka almarhum Tgk H Abdullah bin Tgk Abdul Rasyid yang dikenal dengan panggilan Abu Lah di Kruet Lintang.

Mualem mengunjungi rumah duka di Peureulak Timur, Aceh Timur, Minggu (9/5/2021).

Kedatangan Mualem disambut hangat unsur pengurus KPA dan PA Aceh Timur dan pihak keluarga almarhum ulama kharismatik Aceh itu seperti Tgk Ihsani sebagai putra pertama almarhum Abu Lah Kruet Lintang.

Bersamaan kunjungan Mualem, juga hadir jamaah takziah dari Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Timur dan Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Aceh Timur.

Takziah dan samadiah dipimpin Tgk Thahir atau akrab disapa Waled Peureulak. Usai bertakziah, Mualem sempat berbincang-bincang dengan anak dari almarhum Abu Lah, terkait Dayah Darul Muta’alimin, yang dipimpin Abu Lah selama ini.

Almarhum Abu Kruet Lintang
Mualem (dua kanan) berbincang dengan Tgk Ihsani ketika melayat ke rumah almarhum Abu Lah di Kruet Lintang, Peureulak Timur, Aceh Timur, Minggu (9/5/2021). Antara Aceh/Hayaturrahmah

Ketua DPW PA Aceh Timur Zulfazli Aiyub atau Kupiah Seukee mengatakan kegiatan takziah ke rumah Abu Lah sejak hari pertama meninggal telah dilaporkan ke Mualem selaku Ketua DPP-PA, sehingga kehadiran unsur KPA dan PA kali ini dipimpin Mualem.

“Kegiatan sosial seperti ini rutin kita laksanakan selama ini ketika keluarga atau orangtua dari kader meninggal dunia, lebih-lebih Abu Lah ini adalah seorang ulama Aceh sekaligus pimpinan dayah di Aceh Timur,” kata Kupiah Seukee. (*)