Mualem Instruksikan Hal Ini Pada Peringatan Milad GAM

Mualem menginstruksikan jajaranKomite Peralihan Aceh (KPA) agar memperingati Milad GAM ke 50 dengan doa bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam pejuang GAM.
Mualem dan Milad GAM
Muzakir Manaf atau Mualem. Foto Viva/Net

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Mualem menginstruksikan jajaranKomite Peralihan Aceh (KPA) agar memperingati Milad GAM ke 50 dengan doa bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam pejuang GAM.

“Mualem menginstruksikan kepada jajaran KPA seluruh Aceh peringatan 4 Desember dengan santunan anak yatim, zikir, doa bersama, dan ziarah ke makam para syuhada yang telah syahid, itu instruksi Mualem,” kata Juru Bicara KPA Azhari Cagee, di Banda Aceh, Kamis (3/12/2020).

Ahzari menyampaikan, tujuan memperingati 4 Desember itu supaya masyarakat Aceh tidak lupa terhadap sejarah.

Apalagi tanggal itu merupakan sejarah masa lalu yang membekas di masyarakat Aceh bahkan dunia hingga saat ini.

“4 Desember suatu sejarah yang terjadi di Aceh dan wajib, tidak bisa dilupakan. Wajib dikenang dan 4 Desember ini kita peringati seperti biasa, doa, zikir, dan ziarah,” ujarnya.

Mualem dan Milad GAM
Arsip- Jamaah zikrullah dan warga menggelar zikir saat memperingati Milad GAM ke-39 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (4/12). (ANTARA)

Kata Azhari, terkait isu pengibaran bendera yang setiap tahun dikaitkan menjelang 4 Desember itu KPA tidak menyuruh dan tidak melarang pengibaran bendera bulan bintang tersebut.

“Kita tidak menyuruh dan tidak melarang, karena itu sudah menjadi bendera Aceh sesuai qanun Nomor 3 tahun 2013. Nanti kalau menyuruh dan melarang akan dianggap itu bendera KPA, padahal itu jelas bendera Aceh sesuai qanun,” kata mantan anggota DPR Aceh ini.

Oleh karena itu, lanjut Azhari Cagee, yang berhak menindaklanjuti terkait polemik bendera Aceh adalah Gubernur Aceh bersama DPR Aceh.

Bahkan, pada 2018 lalu saat dirinya masih menjabat Ketua Komisi I DPR Aceh sudah pernah menyerahkan bendera bintang bulan kepada Nova Iriansyah yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Aceh melalui sidang paripurna.

“Beliau menerima dan juga berjanji akan memperjuangkan. Nah sekarang tentu yang berhak mengeluarkan Pergub terkait bendera adalah Gubernur, kita mengharapkan beliau segera menindaklanjuti, sebagaimana janjinya saat itu,” ujar eks kombatan GAM itu.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian RI Daerah atau Polda Aceh meningkatkan patroli menjelang milad (peringatan hari lahir) GAM yang diperingati setiap 4 Desember.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono di Banda Aceh, Rabu, menyebutkan tidak ada penanganan khusus terkait milad GAM tersebut.

“Yang ada peningkatan kegiatan rutin kepolisian seperti patroli dan lainnya. Biasanya patroli satu dua kali, saat milad ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali,” kata Kombes Pol Ery Apriyono.

Kombes Pol Ery Apriyono menyebutkan dirinya hingga kini belum menerima informasi pemberitahuan pelaksanaan milad kepada kepolisian. Begitu juga pemberitahuan pengerahan massa, juga belum ada informasi. (*)