Mualem dan Wali Nanggroe Absen Pada Peringatan Milad GAM

Juru bicara KPA Pusat Azhari Cagee mengatakan bahwa Mualem dan Wali Wali Nanggroe Aceh tidak dapat berhadir pada moment ini karena sedang dalam kondisi kurang sehat.
Peringatan Milad GAM
Wakil Ketua KPA Pusat Abu Razak saat melantik pengurus KPA Aceh Besar, di komplek makam Hasan Tiro, di Meureu, Aceh Besar, Sabtu (4/12/2021) (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ketua KPA yang juga mantan panglima GAM Muzakir Manaf alias Mualem dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar tak hadiri peringatan milad GAM ke 45 di komplek makam Tgk Muhammad Hasan Tiro di Meureu, Indrapuri, Aceh Besar, karena kurang sehat.

Juru bicara KPA Pusat Azhari Cagee mengatakan bahwa Mualem dan Wali Wali Nanggroe Aceh tidak dapat berhadir pada moment ini karena sedang dalam kondisi kurang sehat.

“Jadi Mualem menyampaikan kepada saya, dan sudah kita ketahui dengan pasti beliau berhalangan karena dalam keadaan kurang sehat, termasuk dengan Wali Nanggroe, sehingga beliau tidak dapat hadir pada hari berbahagia ini,” kata Azhari Cagee usai peringatan milad GAM, di Aceh Besar, Sabtu.

Azhari menyampaikan, saat dilakukan koordinasi dengan Mualem, mantan panglima tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh, panitia pelaksana yang telah hadir pada peringatan milad di Meureu hari ini.

Peringatan Milad GAM
Wakil Ketua KPA Pusat Abu Razak saat melantik pengurus KPA Aceh Besar, di komplek makam Hasan Tiro, di Meureu, Aceh Besar, Sabtu (4/12/2021) (ANTARA/HO)

“Beliau (Mualem) menitipkan salam kepada seluruh anggota jajaran KPA yang ada di Aceh dan juga seluruh masyarakat, terutama panitia di sini,” ujar mantan anggota DPR Aceh itu.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua KPA Pusat Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak menyatakan dalam momen milad kali pihaknya akan realisasi butir-butir MoU Helsinki yang belum selesai.

“Mungkin dari GAM atau KPA hari ini akan membuat tim, akan bekerja sama dengan KPA atau Pemerintah Aceh, insyaallah kita bagaimana pemerintah pusat apakah serius ataupun tidak, kita tanyakan langsung ke sana,” kata Abu Razak.

Abu Razak menegaskan, dalam bulan ini tim tersebut akan segera dibentuk, namun mereka juga akan duduk kembali dengan Gubernur dan DPR Aceh. (*)