Bener Meriah

MPD Bener Meriah: Haram Kutip Dana untuk Beli Buku, Jadi Dana BOS Dikemanakan?

Seharunya, kata Fahrud, jika tidak mencukupi seharusnya Komite menyurati Dinas dan tidak serta merta meminta dari wali murid.

Foto | Ilustrasi

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH — Sejumlah Wali Murid SMPN 1 Pintu Rime Gayo Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, mengeluh akibat besarnya kutipan yang dilakukan oleh komite dan pihak sekolah untuk pengayaan sebesar Rp 350.000 per siswa untuk kelas 3.

Menanggapi hal itu, Komisioner MPD Bener Meriah Fakrud kepada ACEHSATU.COM, Rabu (13/12/2017), mengatakan, kutipan bisa dilakukan jika disepakati oleh komite Sekolah dan wali murid, namun demikian harus tertulis dalam berita acara.

“Tidak semerta-merta meminta dan bisa dikatakan pungli jika tidak jelas peruntukannya,” kata Fakrud.

Namun menurutnya pihak sekolah tidak boleh melakukan pengutipan untuk biaya tranportasi guru dan keterkaitan pembelian buku yang sudah ditanggung dana bos.

“100 judul buku pengayaan itu diluar ketentuan dan wajib dibiayai oleh pemerintah, jadi tidak dibenarkan diminta dari wali murid karena sudah menjadi standar pelayanan minimal kecuali pemerintah tidak mempunyai anggaran dan itu tidak mungkin karena sudah menjadi urusan wajib,” ungkap Fakrud.

Fakhrud menambahkan, untuk pengadaan buku sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk itu, dan peruntukan dana bos di sekolah tersebut perlu dipertanyakan dan dana bos yang sudah di alokasikan diperuntukan untuk apa saja.

“Apalagi untuk tranportasi guru kan tidak mungkin murid yang membayar,” katanya.

Seharunya, kata Fahrud, jika tidak mencukupi seharusnya Komite menyurati Dinas dan tidak serta merta meminta dari wali murid.

“Komite harus menyurati Dinas bahwa mereka butuh buku dan meminta sikap Dinas sebelum membuat ketentuan lain,” pungkas Fahrud. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top