Edukasi

Momentum Peringatan Hari Guru Nasional 2017 Sebagai Upaya Menggugah Nasib Guru

“Gaji guru sangat terbatas, apalagi itu guru kontrak ataupun honor, ini sangat memprihatinkan,” ujar Rafli.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional 2017, berbagai pihak dorong pemerintah lebih perhatikan nasib guru.

Termasuk oleh Rafli selaku anggota DPD RI  asal Aceh turut gugah momentum ini jadi pengingat bagi penanggungjawab pendidikan lebih sejahterakan guru.

“Kami minta kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para guru agar mereka tidak lagi  terjerat dengan kredit-kredit yang membuat mereka tidak bersemangat dalam mengabdi,” ungkap anggota DPD RI tersebut kepada ACEHSATU.COM, Sabtu (25/11/2015).

Hal tersebut mereka lakukan karena gaji para guru ini sangat terbatas sehingga jumlah guru di Aceh yang terikat kredit sangatlah banyak. Awalnya mereka mengurus kredit ke bank bertujuan demi memenuhi kebutuhan hidup, namun semakin lama kian menjadi problema yang menjerat dunia guru.

“Gaji guru sangat terbatas, apalagi itu guru kontrak ataupun honor, ini sangat memprihatinkan,” ujar Rafli.

Terkadang juga sangat miris ketika adanya keterlambatan pembayaran gaji ataupun  tunjangan-tunjangan terhadap guru. Padahal mereka harus memenuhi kebutuhannya.

“Bagaimana mereka bisa fokus mengajar dan mendidik para siswa, jika haknya selalu diabaikan,” timpalnya.

Belum lagi, jika dilihat pengorbanan guru-guru daerah terpencil, mereka harus mengabdi di pelosok-pelosok untuk mendidik dan mencerdaskan generasi.

“Pemerintah yang baik tidak akan mengabaikan nasib para guru, kalau bukan karena jasa guru, seseorang tidak akan mungkin jadi presiden, gubernur, bupati dan sebagainya,” ujarnya.

Pentingnya peranan guru untuk kemajuan bangsa. Begitupun bangsa Aceh dan Indonesia, jika ingin maju guru-guru harus diperhatikan. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top