Moeldoko minta Masyarakat sudahi polemik Tiga Periode masa jabatan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi sendiri pada 30 Maret 2022 telah mengatakan semua pihak harus menaati konstitusi UUD 1945 terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan RI Juri Ardiantoro (kiri ke kanan) menyampaikan pernyataan kepada wartawan di kantor KSP Jakarta, Rabu

ACEHSATU.COM | Jakarta – Moeldoko minta sudahi polemik Tiga Periode masa jabatan Presiden Jokowi. Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta agar masyarakat menyudahi polemik perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo.

“Presiden sudah jelas mau ngomong apa lagi? Masih lagi dipersoalkan, sekali lagi saya ingatkan sudah cukup berpolemik tentang ini,” kata Moeldoko di kantor KSP Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) pada Jumat (1/4) menggelar aksi terkait masa jabatan Presiden Jokowi.

Mahasiswa bahkan mengancam akan mengadakan demonstrasi lebih besar jika terjadi penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Saya ingin tegaskan kepada masyarakat Indonesia sudahlah cukup jangan lagi berpolemik tentang jabatan tiga periode-lah, perpanjangan-lah.

Presiden sudah tegas mengatakan seperti itu, jangan jadi bahan gorengan yang tidak berkualitas,” tambah Moeldoko.

Baca juga: 3 Menteri Yang Wacanakan Perpanjang Jabatan Presiden, Kenapa Jokowi Didemo?

Menurut Moeldoko, pemerintah saat ini sedang fokus memikirkan pandemi COVID-19 belum selesai tuntas.

“Kedua, pemerintah memikirkan skenario menghadapi perang Ukraina dengan Rusia. Dampaknya seperti apa? Itu sudah disiapkan skenario-skenario, pengaruhnya terhadap ekonomi,” ungkapnya.

Moeldoko meminta agar semua pihak dapat berpikir ke depan. “Jangan berputar-putar bangsa ini berbicara yang tidak produktif. Bicara perpanjangan bicara tiga periode,” ucapnya menegaskan.

Presiden Jokowi sendiri pada 30 Maret 2022 telah mengatakan semua pihak harus menaati konstitusi UUD 1945 terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

“Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu kan sudah sering saya dengar.

Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya,” kata Presiden Jokowi di kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Baca juga: Terkait Beredar Seruan Demo 11 April, BEM Nusantara Pilih Jalur Audiensi

Wacana perpanjangan periode jabatan Presiden kembali menghangat, misalnya, saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) pada Selasa (29/3).

Dalam Silatnas Apdesi yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut, Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan deklarasi dukungan kepada Presiden Jokowi agar menjabat tiga periode usai Lebaran 2022.