Misteri Sekeluarga Tewas di Tangerang Terungkap

ACEHSATU.COM – Warga Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, digegerkan oleh penemuan jenazah satu keluarga di dalam rumah. Si ayah ditemukan tergantung–yang belakangan diketahui bunuh diri-sedangkan dua anaknya masing-masing terikat di bagian leher dan satu tenggelam di bak kamar mandi.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan sang ayah, inisial R, diduga gantung diri setelah membunuh kedua anaknya, Korban yang berusia 13 tahun ditemukan terikat tali di lehernya di sebuah kamar dan anak usia 3 tahun jasadnya tenggelam di kamar mandi.

Saksi mata di lokasi mengaku sempat mendengar suara ledakan. Namun, saat didatangi warga, rumah dalam keadaan terkunci.

Ledakan tersebut diduga berasal dari pembakaran sampah yang ada di dalam rumah tersebut. Saksi mata yang datang kemudian mengambil inisiatif mendobrak pintu rumah.

“Anak-anak diduga dibunuh oleh R sebelum dia melakukan bunuh diri,” kata Ade di Tangerang, Banten, Jumat (12/6).

Polisi mengumpulkan fakta-fakta di TKP dan petunjuk lainnya berkaitan dengan penyelidikan kasus tersebut. Saksi-saksi pun didengar keterangannya guna membuat terang peristiwa ini.

“Jadi kita temukan fakta, dua meninggal, satu sudah pasti bunuh diri karena hasil autopsi begitu. Yang dua (anak) karena tidak ada orang lain yang masuk, maka diduga pelakunya si orang bunuh diri itu,” kata Ade.

Sebelum peristiwa tragis itu berlangsung, pelaku R ternyata sempat mengancam membunuh istrinya. Ibu korban sekaligus istri pelaku menyampaikan kepada polisi tindak tanduk R, suaminya tersebut.

Pada pertengahan puasa, April 2020, R pernah mengancam akan membunuh istrinya. Kemudian, ancaman itu pun terulang pada Rabu (10/6) pukul 22.00 WIB atau sebelum peristiwa memilukan itu terjadi. R dan istrinya itu cekcok.

R berbicara kepada istrinya, kalau tidak menemui anak-anak, ia akan menyesal di kemudian hari. Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku memang temperamental.

“Waktu malam kejadian ribut lagi, mengancam membunuh lagi dan mengatakan akan menyesal tidak akan bertemu anak-anak lagi, itu katanya,” ujar Ade.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. (*)