Miris, Ibu di Lhokseumawe Ini Sudah Punya Cucu tapi Masih Nyabu, Kini Meingkuk di Penjara

Cerita ibu satu ini begitu tragis. Setelah ditinggal suami, ia harus meringkuk dalam pennjara akibat perbuatanya melawan hukum.
Foto: Dok. Lapas Lhoksukon.

ACEHSATU.COM – Cerita ibu satu ini begitu tragis. Setelah ditinggal suami, ia harus meringkuk dalam pennjara akibat perbuatanya melawan hukum.

Adalah serorang ibu rumah tangga berinisial SD (49), yang berasal dari Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

10 tahun lamanya ia ditinggal pergi sang suami, SD harus bekerja banting tulang menafkahi ketiga anaknya.

Ibu ini juga mengaku sudah memiliki dua cucu.

Saban hari ia bekerja di warung kopi di kawasan Kecamatan Dewantara.

Nass, sampai suatu hari, ia ditangkap polisi karena perbuatannya mengonsumsi sabu.

SD sudah mengonsumsi sabu sejak lima bulan terakhir.

Sampai polisi Polsek Dewantara menangkap basah dirinya beberapa waktu lalu.

Saat ditangkap polisi menemukan barang bukti sabu seberat 0,48 gram dan alat isap rakitan dari botol mineral.

Kini, kasusnya sudah dilimmpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Selasa (15/9/2020) sore kemarin.

Kajari Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi MH melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Yudhi Permana SH kepada wartawan mengatakan, SD sudah ditinggal suami sejak 10 tahun lalu.

Tapi, ia mengonsumsi sabu sejak lima bulan terakhir.

Ibu ini mengaku bekerja mengelola warung kopi dari pukul 10.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari.

Dari menjual kopi, dalam sehari bisa mendapat pendapatan minimal Rp 150 ribu.

Sebagian pendapatannya digunakan membeli sabu dan sebagian lainnya.

Miris, memasuki usianya yang mulai senja, SD harus meringkuk di penjara akibat perbuatannya mengonsumsi barang haram tersebut. (*)