Milenial Aceh Semakin Minati Investasi Saham

Kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Aceh terus meningkat. Jumlah investor dari kalangan anak muda atau generasi milenial mengalami kenaikan.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh, Thasrif Murhadi/ Foto ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Aceh terus meningkat. Jumlah investor dari kalangan anak muda atau generasi milenial mengalami kenaikan. Data BEI Aceh per 31 Agustus 2021 menunjukkan sebanyak 13.674 milenial tercatat sebagai investor saham.

Hal itu terungkap saat Kepala Perwakilan BEI Aceh, Thasrif Murhadi, bersama awak media berbincang-bincang seputar update pasar modal di Benu Coffee Roaster Banda Aceh, Jumat, (19/9/2021).

“Jumlah investor dari kalangan anak muda berusia 18-25 atau generasi milenial menunjukkan peningkatan, meski di masa pandemi. Per 31 Agustus 2021 atau 47,7 persen dari total investor,” ungkap Thasrif.

Thasrif menambahkan, jumlah keseluruhan investor Aceh di bursa saham mencapai 33.563 dari berbagai profesi. Namun didominasi oleh kalangan pelajar yang mencapai 9.620, lalu pegawai swasta 8.976, dan pengusaha 4.912.

Sementara jika ditinjau dari segi usia, urutan teratas yakni usia 18-25 tahun mencapai 13.674, lalu usia 26-30 tahun sebanyak 7.491, selanjutnya usia 31-40 berjumlah 8.230, dan kelompok usia 41 tahun keatas 4.168.

Menurut Thasrif, tingginya minat kalangan remaja dan anak muda berinvestasi di saham tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan edukasi yang dilakukan pihaknya selama ini. Sebagaimana diketahui BEI Aceh kerap melakukan sosialisasi ke kampus-kampus tentang tip berinvestasi di bursa saham.

“Alhamdulillah ini artinya kegiatan edukasi dan sosialisasi yang kita lakukan berdampak positif terhadap kalangan remaja dan anak muda. Sehingga mereka melek investasi sejak usia muda,” tambahnya.

Meskipun begitu, secara nominal nilai investasi masyarakat Aceh melalui bursa saham baru berkisar Rp1,5 triliun padahal secara nasional nilai investasi saham mencapai Rp7.456 triliun dari sebanyak 750 perusahaan yang tercatat di BEI.

“Secara nilai jumlah investasi masyarakat Aceh di saham baru berkisar Rp1,5 triliun. Padahal Market Capitalisasi secara nasional mencapai Rp7.456 triliun,” ujarnya.

Saat ditanya awak media, sektor mana saja yang paling diminati investor Aceh, Thasrif Murhadi mengatakan, “tergantung musim, maksudnya kalau tren pasar yang sedang tumbuh di industri keuangan digital misalnya, maka minat disektor itu tinggi. Biasanya kalau akhir tahun target investor lebih cenderung ke kontruksi dan properti,” jelasnya. (*)