Meski Pandemi Pemuda Aceh Diminta Kreatif

"Terutama kalangan muda, apapun yang terjadi, pilihannya adalah terus bergerak maju, berkreasi dan berinovasi menyiasati situasi dan kondisi meskipun harus menyesuaikan diri dengan menerapkan protokol kesehatan"
pandemi
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati /acehsatu.com

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH –  Pemuda Aceh diminta tetap bersemangat memanfaatkan setiap ruang kreativitas yang ada meski hidup di tengah pandemi Covid-19,karena apapun yang terjadi, pilihannya adalah terus bergerak maju

Demikian diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati saat menghadiri Youth Playfest 2021 Selasa malam 22/2/2022.

Dalam sambutannya pada acara tersebut Dyah mengatakan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah membatasi gerak dan jarak hampir seluruh masyarakat dunia, tak terkecuali bagi pemuda Aceh khususnya.

Baca : Dekranasda Aceh Bantu Pengrajin Keurawang Gayo

“Namun bagi masyarakat kreatif, terutama kalangan muda, apapun yang terjadi, pilihannya adalah terus bergerak maju, berkreasi dan berinovasi menyiasati situasi dan kondisi meskipun harus menyesuaikan diri dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Dyah pada acara yang digelar Aceh Youth Action Part of YouthID bekerjasama dengan UNICEF perwakilan Aceh itu.

Di sisi lain, lanjut Dyah, pandemi Covid-19 juga telah mengubah banyak hal dalam tatanan kehidupan sehari-hari. Terutama yang paling mencolok yakni cara manusia berinteraksi antar sesama, hingga cara bertahan dari hari ke hari.

Dyah juga menyampaikan, di masa pandemi manusia dituntut untuk memiliki kondisi mental dan pemikiran yang sehat sebagai amunisi tubuh agar terhindar dari penyakit. Salah satu cara agar tetap sehat dan produktif, lanjut Dyah, adalah dengan tetap melakukan interaksi sosial melalui media dan wahana yang tersedia.

“Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Aceh Youth Action Part of YouthID ini, yakni tetap melakukan aktivitas positif berupa partisipasi dalam menyebarkan pesan baik dan mengadakan kegiatan kreatif untuk para remaja dan anak muda di Aceh,” kata Dyah.

Menurut Dyah, inovasi yang dilakukan Aceh Youth Action Part of YouthID ini merupakan salah satu upaya bijak yang mendukung kebangkitan Aceh dan Indonesia.

Sertifikat Produk IKM

Sebelumnya, Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati meluncurkan Pojok Kreatif Cafe dan serahkan sertifikat produk IKM Aceh di 10 cafe.

Diantaranya Rose Cafe, RF Cafe dan Resto, Rassa Coffee, Basbel Chill, Outlet King Leuser, Nast Cafe, Hanna Coffe dan Resto, Alas Hills Cafe, Alas Caffee dan Cafe Keko Sese, acara tersebut berlangsung di Rose Cafe, Rabu (7/4/2021).

Baca : Ketua Dekranasda Aceh Luncurkan Pojok Kreatif Cafe

Pojok kreatif merupakan penyediaan space (ruang) di setiap cafe maupun lokasi wisata untuk memajang hasil kerajinan serta ide-ide kreatif lokal yang bisa dipasarkan kepada para pengunjung, program pojok kreatif tersebut merupakan hasil kerjasama Dekranasda Aceh dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

TP PKK Gampong Tanjung Selamat menggelar pelatihan membuat kue sehat tanpa minyak di Balai Serbaguna komplek Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat, Minggu, (4/4/2021). Foto: Kiriman Yusnidar

Pada Pojok kreatif Cafe ini akan dipajang sejumlah hasil kerajinan seperti baju bermotif kerawang khas daerah, tas kerawang, selendang serta beragam jenis kerajinan yang diproduksi oleh IKM daerah setempat.

Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati menyebutkan, sesuai dengan pesan Gubernur Aceh untuk selalu menggunakan produk-produk lokal dan salah satu langkah tepat bisa dilakukan dengan program Pojok Kreatif Cafe.

“Membeli produk-produk lokal merupakan kebijakan yang sangat pro kepada masyarakat, mulai dari minuman, makanan bahkan barang-barang yang kita gunakan sehari-hari, supaya uang kita tidak keluar ke daerah lain,” ucapnya.

Aceh Tenggara sangat dekat dengan Medan, jadi masyarakat Aceh Tenggara tidak perlu belanja kesana, kita harus berkomitmen semua untuk menggunakan produk-produk lokal.

Apalagi di masa pandemi pihaknya harus sama-sama memulihkan perkembangan ekonomi di Aceh yang merupakan tanggung jawab bersama.

“Jadi seperti pesan Gubernur Aceh kita harus buy friend produk (beli produk teman), “jangan membeli produk daerah lain, mari kita perkaya daerah sendiri atau bila perlu kita promosikan dan jual produk kita ke daerah lain,” katanya (*)