oleh

Menteri Lingkungan Hidup Era Soeharto Ikut Hadir dalam Sidang RPJM Hijau

-Alam-34 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Mantan menteri Negera Lingkungan Hidup Ir Sarwono Kusumaatmadja, pada kabinet pembangunan VI (1993-1998) memberi paparan tentang hutan, lingkungan dan kebijakan pemerintah dalam sidang ke V Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh yang berlangsung di ruang sidang utama DPRA, Banda Aceh, Jumat (19/1/2018) malam.

Kehadiran Menteri Era Soeharto itu sebagai tim ahli karena sumbangsihnya untuk sektor lingkungan dan hutan di Indonesia.

Chairman Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh, T Irwan Djohan ST mengatakan bahwa kekayaan hutan Aceh harus membawa kesejahteraan bagi rakyat Aceh.

Caranya, dengan memanfaatkan kekayaan hutan tanpa merusaknya.

Sidang tersebut dipimpin oleh salah satu pengagas kaukus, Abdurrahman Ahmad.

“Hutan Aceh, Kawasan Ekosistem Leuser harus dijadikan central industri jasa kreatif dengan memanfaatkan jasa hutan nonkayu dan jasa lingkungan lainnya, seperti ekowisata dan energi terbarukan,” kata Irwan Djohan yang juga sebagai Wakil Ketua DPRA.

Menurutnya, sangat wajar apabila daerah hulu yaitu wiyalah tengah Aceh mendapatkan prioritas pembanguan karena selama ini wilayah hulu telah memberikan jasa lingkungan bagi wilyah yang berada di hilir berupa pengendalian air dan iklim.

“Menurut hemat kami, RPJM harus mengenal sistem timbal jasa kepada wilayah hulu berupa prioritas pembangunan berbasis pada keunggulan wilayah masing-masing,” ucap politisi Partai NasDem ini dalam sidang yang bertema ‘Menuju Aceh Hebat dalam Bingkai RPJM Hijau’.

Dia menjelaskan, tema itu diambil karena saat ini draf RPJM Aceh telah diserahkan oleh eksekutif kepada DPRA dan akan segera dibahas untuk ditetapkan sebagai qanun Aceh. (*)

Komentar

Indeks Berita