Menparekraf RI Tunjuk Toke Seu’um Jadi Ketua Mangrove se Indonesia

Menteri Parekraf RI Sandiaga Uno tengah menghirup udara segar saat menyusuri koridor hutan mangrove menuju Tower Mangrove Forest Park yang diresmikan di Kuala Langsa, Provinsi Aceh
sandiaga uno
Walikota Langsa, Usman Abdullah ngajakin Sandiaga Uno buka masker sejenak untuk hirup udara, karena ini adalah pabrik oksigen terbesar di Asia Tenggara.

ACEHSATU.COM | Kuala Langsa – Menparekraf RI tunjuk Toke Seu’um yang juga sebagai wali kota Langsa jadi ketua mangrove se Indonesia.

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno memuji keunggulan Mangrove Forest Park Kota Langsa merupakan destinasi bukan kaleng-kaleng,

tapi destinasi berskala internasional dari Indonesia, dan merupakan salah satu hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara.

“Ini (wisata mangrove Langsa) berhasil meraih juara satu pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards.

Kategori yang dimenangi adalah Ekowisata Terpopuler Mangrove Forest Park 2019 yang diselenggarakan Kemeparekraf,” papar Sandiaga Uno saat peresmian tower mangrove di Kuala Langsa, Jumat.

Atas dasar itu, Menteri Pariwisata Sandiaga Salahuddin Uno langsung menunjuk Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah sebagai Ketua Komunitas  Mangrove Forest Park se Indonesia.

“Komunitasnya dibuat jangan pake lama, jangan pake ribet, jangan pake ruwet, jangan pake birokrasi model-model kita di pemerintah. Langsung ‘hajar’ saja, bikin komunitasnya, ketuanya Pak Walikota,” sebutnya lagi.

Baca juga: Sandiaga Uno Puji Kenyamanan dan Keindahan L-Ruma Hotel Kota Langsa

Rencananya Kemenparekraf juga akan menggelar event berskala internasional di objek wisata hutan mangrove Langsa.

Dan ini, ujar Sandi bagian dari 3G, yakni gerak cepat (Gercet), gerak bersama (Geber) dan (Gaspol) garap semua potensi untuk ciptakan lapangan kerja dan bangkitkan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan pembangunan kepariwisataan bertumpuh pada keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya dan alam.

Tentunya ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka manfaat pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: USK Gandeng AWF Kembangkan Biochar untuk Pertanian Organik

“Kemenparekraf hari ini hadir secara konkret dan nyata untuk memberi dukungan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dalam acara peresmian tower mangrove di Kota Langsa, Aceh,” kata Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga hutan mangrove ini sekarang menjadi hits. Menjadi daya tarik wisata yang sangat digemari karena isu perubahan iklim.

Hutan mangrove ini menjadi kekayaan sumber daya alam tapi memiliki potensi yang dapat dikemas dan dijual sebagai daya tarik wisata, khususnya ekowisata.

“Tadi Pak Walikota ngajakin buka masker sejenak untuk hirup udara, karena ini adalah pabrik oksigen terbesar di Asia Tenggara,” ucap Sandiaga.

“Mana suaranya…..,” ajak Sandi disambut aplaus oleh hadirin.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno juga menyatakan wisata hutan mangrove Kota Langsa merupakan yang terlengkap di Asia Tenggara.

Pihaknya dapat laporan ada beberapa jenis mangrove seperti bakau minyak, pertut buah kecil, tegar dan lainnya yang menarik minat wisatawan internasional untuk berkunjung di kawasan ini.

“Saya ucapkan apresiasi Pak Wali, mungkin empat bulan lagi tugasnya di sini sebagai Walikota, tapi kedepan tugas untuk bapak banyak menanti.

Salah satunya ketua komunitas yang kita resmikan tadi. Saya harapkan ini akan diteruskan oleh pejabat pengganti karena Kota Langsa, Aceh ini tentunya harus mengembangkan destinasi ini menjadi destinasi unggulan,” pungkas Sandiaga Uno.

Walikota Langsa Usman Abdullah menceritakan sekitar delapan tahun yang lalu Langsa belum ada destinasi wisata yang bisa dituju.

Alhamdulillah hari ini berkat kerja sama dukungan semua pihak, apalagi dengan kehadiran Menparekraf RI memberi dukungan moral yang besar sehingga sektor pariwisata di Kota Langsa ini akan tumbuh dengan pesat kedepan 

Baca Juga: Pemerintah Aceh Jalin Kerjasama LPEI Untuk Pengembangan Ekspor UMKM

“Sebenarnya ada dua lokasi lagi yang belum tersentuh sama sekali. Mungkin kalau lokasi itu bisa dibangun akan lebih hebat dari wisata hutan kota dan mangrove ini.

Karena potensi objek wisata itu berada di lembah-lembah, miliki pemandangan gunung dan ada air mengalirnya di bawahnya,” ucap Toke Suum.

Selama ini Pemko Langsa terus konsisten mengembangkan wisata hutan kota dan mengrov. Pihaknya sangat berharap dukungan Kemenparekraf dan Disbudpar Provinsi Aceh

baik material maupun finansial dan moril untuk kemajuan sektor wisata di Kota Langsa.

Permintaan tersebut didasari karena luas Kota Langsa yang hanya 600,22 km2 terdiri atas 30 persen lahan HGU perkebunan PTPN 1, 30 persen lagi lahan hutan mangrove di kawasan pesisir dan sisanya tinggal 40 persen tidak punya sumber daya alam yang memadai.

“Kita sadar tidak punya potensi SDA seperti minyak bumi, gas dan lain-lain. Jadi kita harus berpikir kreatif, inovatif ada inovasi-inovasi yang harus kita lakukan

agar ada peluang pendapatan masyarakat dan untuk kemajuan Kota Langsa. Jadi kita andalkan sektor jasa, termasuk jasa pariwisata seperti ini,” tegas Usman Abdullah.